"Mulai 1 Januari 2015, ISC berinteraksi dengan supplier dan buyer dalam mekanisme ekspor impor, kalau tender kita buka dengan siapa pun ISC telah melakukan tender selama 40 kali," jelas Daniel, di Kantor Pusat Pertamina, Jalan Medan Merdeka Timur, Jakarta, Kamis (7/5/2015).
Daniel menjelaskan, sistem tender yang dilakukan dalam pengadaan BBM ISC dengan melalui email, tenderlist mengirimkan email terlebih dulu ke ISC, kemudian ISC akan konfirmasi tenderlist sesuai dengan kriteria.
"Kriterianya, profil perusahaan tersebut mencakup seberapa besar, pendaftar di mana, kontak detail. Kemudian legal compliance, apakah terdaftar, owner siapa, direksi siapa dan dokumen-dokumen pendukung, statement bebas dari hukum. Lalu, bussiness detail. Prinsip kemampuan finansial, apakah ada verifikasi, laporan keuangan tiga tahun terakhir. Dan update perbankan," jelas Daniel.
Setelah itu, Daniel melanjutkan, peserta tender akan dimasukkan ke dalam ruangan khusus yang tak sembarangan orang masuk. Peserta tender dan ISC tak boleh membawa perangkat apapun, seperti alat tulis telepon genggam, komputer jinjing dan alat perekam. Hal tersebut untuk menghindari kongkalikong antra pihak penyelengara tender dan peserta tender.
"Kita lakukan dalam ruangan tertutup, setiap masuk ruangan tidak boleh bawa perekam, hape, alat tulis, hanya ada satu komputer ini mencegah komunikasi saat tender dilakukan, sangat transparan clear semua dokumen yang masuk di-print di ruangan sehingga transparan," jelas dia.
Saat ini jumlah perusahaan yang terdaftar sebagai peserta tender mencapai 134 perusahaan, dan perusahaan yang berminat baru 24 perusahaan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News