Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Energi dan Migas Bobby Gafur Umar. (FOTO: Medcom.id/Annisa Ayu)
Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Energi dan Migas Bobby Gafur Umar. (FOTO: Medcom.id/Annisa Ayu)

Alasan Harga Avtur Harus Turun

Ekonomi Avtur Tarif Tiket Pesawat
Suci Sedya Utami • 14 Februari 2019 09:08
Jakarta: Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mendorong penurunan harga avtur yang dijual oleh PT Pertamina (Persero). Harga avtur saat ini dinilai masih mahal.
 
Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Energi dan Migas Bobby Gafur Umar menjelaskan mengapa harga avtur harus turun. Ia mengatakan avtur merupakan bahan bakar yang digunakan untuk dunia penerbangan. Apabila harga avtur mahal maka akan berdampak pada biaya penerbangan.
 
Dia pun mendorong agar harga avtur turun. Tujuannya agar harga tiket pesawat yang dalam beberapa bulan terakhir mengalami kenaikan bisa kembali diturunkan.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kalau avtur bisa turun, maka tiket pesawat bisa turun," kata Bobby pada Medcom.id, Rabu, 13 Februari 2019.
 
Bobby mengatakan apabila harga tiket pesawat turun, maka tingkat hunian hotel akan mengalami kenaikan. Sebab akan banyak orang yang memilih untuk berpergian. Sehingga dampaknya yakni peningkatan pada sektor pariwisata nasional.
 
"Kalau itu turun, maka tingkat hunian hotel akan naik, apalagi itu lagi didorong pariwisata," jelas Bobby.
 
Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) sebelumnya menilai kenaikan tarif pesawat memberikan dampak negatif terhadap industri hotel dan pariwisata nasional. Padahal sektor pariwisata menjadi salah satu penyumbang devisa yang berkontribusi positif terhadap perekonomian.
 
Ketua Umum PHRI Hariyadi Sukamdani mengatakan, penurunan sektor pariwisata bisa dilihat dari tingkat keterisian kamar hotel (okupansi) yang juga menurun. Tahun lalu okupansi hanya sekitar 55 persen, turun dari tahun sebelumnya yang sebesar 56 hingga 57 persen.
 
"Kalau (kenaikan) tiket bermasalah ini diteruskan itu juga akan drop ke kurang dari 55 persen. Kita belum tahu drop di berapa," kata dia ditemui usai Rakernas IV 2019 sekaligus memperingati HUT ke-50 Tahun PHRI di Hotel Sahid Jaya, Jakarta Pusat, Senin, 11 Januari 2019 lalu.
 
Presiden Joko Widodo pun akan memanggil Direktur Pertamina Nicke Widyawati terkait permasalahan tingginya harga avtur. Jokowi meminta agar harga Avtur diturunkan.
 
Jokowi mengatakan harga yang tinggi disebabkan karena monopoli penjualan oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tersebut. Ia mengatakan harga avtur sangat memengaruhi biaya penerbangan dan berimbas pada harga tiket pesawat.
 
"Karena harga avtur itu menyangkut 40 persen dari biaya yang ada di tiket pesawat. Besok (Selasa) saya panggil saja (Pertamina)," kata Jokowi, Senin kemarin.
 

 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif