Penyelesaian Listrik 35 Ribu MW Sesuai Kebutuhan
PLN. MI/PANCA SYURKANI.
Bogor: Presiden Joko Widodo mengatakan penyelesaian target pembangkit listrik sebesar 35 ribu megawatt (MW) akan disesuaikan dengan kebutuhan. Penyelesaian proyek tersebut akan mengikuti kebutuhan listrik industri dan rumah tangga.

Menurut dia, kelebihan pasokan listrik juga akan membebani PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN. Pasalnya, PLN harus tetap mengeluarkan biaya jika listrik yang sudah dihasilkan tidak terserap oleh industri ataupun rumah tangga.

"Memang disesuaikan pertumbuhan industri listrik, permintaan dari rumah tangga yang ada. Kalau kita melihat angka 35 ribu MW, kalau kelebihan bebannya juga ada di PLN," ujarnya ditemui di Bantarjati, Bogor, Jawa Barat, Minggu, 2 Desember 2018.

Dirinya menambahkan, upaya pemerintah bersama dengan PLN menyediakan listrik bagi masyarakat tetap berjalan. Komitmen tersebut tentunya tidak hanya bergantung pada penyelesaian proyek pembangkit 35 ribu MW saja.

"Meskipun katakanlah nanti terealisasi hanya 20 ribu (MW) atau lebih sedikit itu sudah bagus sekali. Yang dulu lima tahun hanya tiga ribu (MW)," ungkap dia.

Direktur Utama PLN Sofyan Basir menyebutkan proyek 35 ribu MW merupakan target jangka panjang sejak 2015 hingga 2024. Jika ada permintaan, PLN siap memasok listrik ditambah dengan semakin berkembangnya listrik dari energi terbarukan (EBT).

"Sampai akhir tahun ini yang jadi paling (pembangkit listrik dari) gas, EBT, angin gitu ya, solar panel, sama diesel di daerah terpencil. Kira-kira tiga ribu MW, sama pembangkit lama yang reguler, yang mangkrak, yang enggak jalan kita jadiin," pungkasnya.   



(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id