Titik ke-78 BBM Satu Harga Beroperasi di Suoh
Kepala BPH Migas M Fanshurullah Asa (kanan) saat meresmikan operasi penuh titik ke-78 penyalur yang menerapkan program BBM satu harga (Foto: Medcom.id/Ilham Wibowo)
Lampung: Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) resmi mengoperasikan penuh titik ke-78 penyalur yang menerapkan program Bahan Bakar Minyak (BBM) satu harga. Lokasinya berada di daerah terpencil di Kecamatan Bandar Negeri Suoh, Kabupaten Lampung Barat, Provinsi Lampung.

Kepala BPH Migas M Fanshurullah Asa mengatakan pencapaian tersebut sesuai dengan peta jalan yang dibuat pemerintah. Pemerataan sektor migas ini dalam rangka menjalankan Peraturan Menteri ESDM Nomor 36 Tahun 2016 tentang Percepatan Pemberlakuan Satu Harga Jenis BBM Tertentu (JBT) atau BBM bersubsidi dan Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP) Secara Nasional.

"Sampai hari ini baru 78 titik diresmikan baik Pertamina maupun swasta. Ada 114 lokasi yang akan kita resmikan dan kita kebut dalam dua minggu ini, juga 130 lokasi lainnnya hingga akhir 2018," katanya, dalam sambutannya saat meresmikan operasional SPBU Suoh, Lampung, Jumat, 25 Oktober 2018.

SPBU Kompak PT Pertamina (Persero) Nomor 26.348.05 ini merupakan titik ke-78 dari total penyalur BBM satu harga yang sudah diresmikan sejak 2017. Lokasi daerah yang dinilai tertinggal ini pun menjadi penyalur BBM satu harga kedua yang ada di Provinsi Lampung setelah satu penyalur milik PT AKR Corporindo Tbk diresmikan di kawasan Way Tenong.

"Kenapa diberikan di Kabupaten Lampung Barat? ternyata daerah tertinggal, terluar dan terdepan (3T) itu bukan hanya di Papua dan Maluku tapi Lampung saja masih ada. Ini wujud komitmen keadilan sosial di bidang energi khususnya BBM untuk kebutuhan hajat hidup orang banyak," ujarnya.

SPBU Suoh ini memiliki dua dispenser untuk mendistribusikan empat jenis BBM seperti pertalite, premium, solar, dan dexlite dengan empat buah storage berkapasitas masing-masing sebesar 20 kiloliter (kl). Pasokannya dikirim langsung dari Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Panjang yang jaraknya kurang lebih sejauh 177 KM melalui perjalanan darat.

"Diharapkan akan muncul kesejahteraan yang ada di sini dan petani bisa lebih produktif. Ini wujud nyata pemrintah mewujudkan keadilan dalam BBM satu harga," ungkapnya.

Sementara itu, Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus mengatakan, pihaknya mendukung penuh sinergi pemerintah pusat dalam program kesejahteraan dan keadilan masyarakat. Dia mengatakan sisi manfaat BBM satu harga bakal dirasakan terutama oleh para petani yang semula mengeluarkan dana lebih untuk oprasional mesin dan distribusi.

"Ini makna pembangunan, butuh sinergi antara pemerintah daerah, provinsi dan pusat. Kita bersyukur punya pemimpin yang berpikir untuk darah tertinggal, tak pernah mimpi saat ini punya SPBU di Kecamatan Suoh. Daerah ini tertinggal dan perlu dukungan dalam rangka tidak ada lagi harga BBM di atas normal," tukasnya.

Program BBM satu harga merupakan inisiasi Pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla. Program ini mulai diresmikan pada 17 Oktober 2016. Melalui kebijakan ini pemerintah ingin menyeragamkan harga jual resmi BBM sebesar Rp6.450 per liter untuk premium dan Rp5.150 per liter untuk solar di seluruh pelosok Indonesia.



(ABD)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id