PLTU Batang merupakan proyek terbesar pembangkit listrik di Asia Tenggara. PLTU dengan muatan 2 x 1.000 Megawatt (MW) dan bernilai investasi Rp52 triliun itu mendapat kucuran dana dari Japan Bank for International Cooperation (JBIC).
Gubernur Awang menyambut baik perhatian pemerintah untuk pembangunan pembangkit listrik di daerah Jawa. Tapi, katanya, Kalimantan pun memiliki kekayaan yang mampu menjadi modal utama pembangunan PLTU.
.jpg)
(Gubernur Kalimantan Timur Awang Faroek Ishak, MTVN - Ririn)
"Di Kaltim, wilayahnya jauh lebih luas. Kaltim punya batu bara serta minyak bumi dan gas. Itu kan dibutuhkan untuk bahan baku PLTU. Jadi saya rekomendasikan pemerintah dapat membangun PLTU di Kaltim," kata Awang saat ditemui di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian di Jalan Lapangan Banteng Timur, Jakarta, Rabu (8/6/2016).
Kaltim merupakan provinsi dengan luas wilayah kurang lebih 129.066,64 km². Menurut Awang, luas wilayah itu menjadi modal awal untuk membangun PLTU. Sementara Pulau Jawa memiliki luas wilayah 126.700 km².
Hasil utama provinsi itu yaitu minyak, gas bumi, dan batu bara. Dari laman https://www.kaltimprov.go.id/, Kaltim menghasilkan 234,6 juta ton pada 2014. Jumlah itu meningkat 2,37 persen dibanding 2013.
Sementara, produksi minyak bumi menurun dari 2013 yang mencapai 42,84 juta barrel. Sementara pada 2014, Kaltim memproduksi 35,21 juta barrel. Kondisi serupa pun terjadi pada produksi gas bumi dari 713,55 juta MBTU pada 2013 menjadi 605,58 juta MMBTU di 2014.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News