Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Kementerian ESDM, IGN Wiratmaja Puja menyatakan realisasi lifting migas triwulan ini cukup baik yakni 847 ribu barel per hari untuk minyak dan 8.290 MMSCFD untuk gas bumi.
"Lifting saat ini 847 ribu barel per hari di Maret, rata-rata 835 ribu barel per hari. Artinya realisasi dibanding APBN 100,6 persen. Semoga bisa dipertahankan sampai akhir tahun. Gas bumi di APBN ditargetkan produksi kita 8.200 MMSCFD, Maret 8.290 MMSCFD ini naik menjadi 105 persen," kata Wirat, di Kantor Direktorat Jenderal Migas, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta, Jumat (7/4/2016).
Wirat mengungkapkan, di tengah kondisi harga minyak dunia yang tidak bersahabat dan kondisi kebanyakan lapangan migas di Indonesia tidak mature, pencapaian lifting migas triwulan I dinilainya cukup baik.
"Kita tahu semua kebanyakan lapangan kita mature. Penurunan natural decline cukup besar. Itu triwulan pertama dari sisi hulu," ucap dia.
Wirat menuturkan, meskipun pencapaian lifting tercapai, pemerintah belum berniat untuk merevisi target lifting migas di APBN-Perubahan (APBN-P) nanti. Karena, berdasarkan geofisika diprediksikan lifting akan mengalami penurunan di akhir tahun.
"Perhitungannya (lifting migas) juga per hari dan dihitung berdasarkan geofisik dan optimum dalam satu tahun. Saya rasa akhir tahun lifting akan turun," pungkas dia.
Sekadar informasi, target APBN 2016 untuk lifting minyak sebesar 830 ribu barel per hari dan gas sebesar 7825 MMSCFD.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News