Illustrasi. Dok;AFP.
Illustrasi. Dok;AFP.

Pengamat: Pengembangan Blok Masela Harus Profesional

Ekonomi blok masela
Husen Miftahudin • 04 Juli 2019 02:50
Jakarta: Direktur Eksekutif Energi Watch Mamit Setiawan menyayangkan tertundanya penandatanganan pengembangan atau Plan of Development (PoD) Blok Masela. Tertundanya rencana proyek pengembangan tersebut bakal mempengaruhi perkiraan waktu onstream sumber gas di Laut Arafura.
 
Padahal, kata Mamit, penandatanganan revisi PoD tidak menemui kendala berarti mengingat sebelumnya sudah dilakukan penandatanganan Head of Agreement (HoA) antara otoritas pemerintah Indonesia dengan pihak terkait.
 
"Harapan saya akhir bulan Juni lalu ditandatangani, karena pascapenandatanganan HOA di Jepang semua sudah clear, tinggal perbaikan-perbaikan saja," kata Mamit dalam keterangannya, Jakarta, Rabu, 3 Juli 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Mamit berharap proses pengembangan Blok Masela dapat berjalan secara profesional dan bebas dari pemburuan rente. "Mengingat proyek ini bernilai USD20 miliar, jadi jangan sampai para pencari rente hadir dan merugikan negara ke depannya," ungkap dia.
 
Ia meminta SKK Migas tegas dalam menjalankan tugas dan fungsinya dalam mempersiapkan proyek pengembangan Blok Masela. "Jangan sampai ini menunda dalam jangka waktu lama sehingga Blok Masela kembali terkatung-katung dan akhirnya kita dirugikan juga dengan molornya pelaksanaan proyek masela ini," tukas Mamit.
 
Penandatanganan PoD Blok Masela sebelumnya direncanakan untuk dilaksanakan pada 27 Juni 2019 di Jepang. Namun penandatanganan itu batal dilaksanakan.
 
Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto membenarkan pembatalan agenda tersebut. Dia bilang, pemerintah Indonesia belum menyetujui dokumen yang diajukan kontraktor.
 

(ADN)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif