"Rp2,3 triliun dari tembaga yang berasal dari Newmont dan Freeport. Kalau ekspor nikel dan bauksit masih sedikit," kata Direktur Jenderal Bea dan Cukai Kemenkeu Heru Pambudi ditemui di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin 18 September 2017.
Dirinya menambahkan, target tahun ini untuk bea keluar mencapai Rp2,7 triliun sebagaimana Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2017. Hal ini lebih baik dibandingkan dengan posisi penerimaan bea keluar pada 2016 yang mencatatkan tumbuh negatif 10 persen.
Dalam RAPBN 2018, penerimaan bea keluar dari sektor pertambangan ini ditargetkan dapat mencapai Rp3 triliun. Pencapaian tersebut mengalami pertumbuhan sebesar 11,1 persen dibandingkan tahun ini.
"Setoran bea keluar dari kedua perusahaan tersebut tahun depan ditargetkan masing-masing Rp1,25 triliun. Sisanya Rp500 miliar dari bauksit dan nikel," jelas dia.
Tahun depan pemerintah menargetkan penerimaan bea dan cukai tumbuh 2,6 persen dibandingkan tahun anggaran 2017 atau Rp194,1 triliun. Jika dirinci penerimaan cukai ditargetkan sebesar Rp155,4 triliun, setoran bea masuk sebesar Rp35,7 triliun, dan bea keluar Rp3 triliun.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News