Gas. ANTARA FOTO/Wahyu Putro.
Gas. ANTARA FOTO/Wahyu Putro.

Kemenperin Ingin Harga Gas Industri Lebih Cepat Turun

Dian Ihsan Siregar • 01 November 2016 21:22
medcom.id, Jakarta: Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengharapkan harga gas industri bisa segera turun. Pasalnya, dengan penurunan harga gas, pelaku industri yang bergerak di sektor petrokimia, baja hingga industri kertas bisa meningkatkan kapasitas produksinya.
 
Menurut Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, harga gas bagi industri sangat berpengaruh besar bagi industri. Tingginya harga gas bisa membuat industri tersebut tumbuh atau sebaliknya bisa membuat bangkrut. 
 
"‎Misalnya, bagi industri petrokimia, jika harga rata-rata harga gas sekira USD11,8 mmbtu maka harga produk sekira USD476 per ton. Dengan harga produksi tersebut, industri ini terancam berhenti. ‎Tapi kalau harga gas dapat USD4 per mmbtu, maka harga produk menjadi USD219 per ton atau lebih rendah dibandingkan produk impor sekira USD265 per ton," kata Airlangga, ‎ditemui dalam acara 'Rakernas Kadin Indonesia Bidang Energi Dan Migas' di Fairmont Hotel Jakarta, Selasa (1/11/2016).

Lanjut Airlangga, bagi industri baja atau logam harga gas mempunyai porsi yang besar. Jadi, ketika harga gas USD7,35 per mmbtu, maka harga produk HRC sebesar USD533 per ton. Dengan adanya keadaan itu, maka membuat PT Krakatau Steel menghentikan beberapa operasinya, seperti basis produksi smelting.
 
"Tapi jika harga gas USD4 per mmbtu maka harga produk menjadi USD500 per ton. Ini sama seperti industri di Jepang, di mana industri baja yang strategis mendapat harga gas USD4 per mmbtu. Jika di kita bisa dapat USD3 per mmbtu, maka Krakatau Steel bisa lebih jalan," tutur Airlangga.
 
Begitu pula dengan industri kertas, pada saat ini, harga gas di sektor tersebut masih di posis‎i USD10,04 per mmbtu. Hal itu membuat harga produk sebesar USD662 per ton, tapi jika harga gas USD4 per mmbtu dapat membuat harga produk mencapai USD622 per ton.
 
"Dengan demikian harga pulp dalam negeri bisa bersaing dengan harga pulp impor yang harganya USD632 per ton," pungkas Airlangga.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(SAW)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan