Direktur Bisnis Regional Jawa Bagian Tengah PLN, Nasri Sebayang mengatakan, PLN hari ini telah menandatangani Sertifikat Laik Operasi (Commercial Operation Date/COD) dengan PT Sumber Segara Primadaya selaku pengembang. Melalui sertifikat itu, PLTU Cilacap Ekspansi dinyatakan telah berhasil melalui uji ketahanan dan sinkronisasi. PLTU Cilacap Ekspansi ini juga masuk ke dalam interkoneksi Jawa-Bali melalui jaringan 500 kV Adipala-Kesugihan.
"Setelah melalui serangkaian uji coba ketahanan dan sinkronisasi, akhirnya PLTU Cilacap Ekspansi dinyatakan lulus uji coba dan juga sudah mendapatkan sertifikat laik operasi," kata Nasri seperti dikutip dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis (16/6/2016).
Nasri menjelaskan, pembangkit ini akan menambah pasokan hingga 660 mw dan berpotensi menambah pelanggan baru hingga 350.000 ribu pelanggan, serta akan memperkuat keandalan operasi sistem Jawa-Bali secara keseluruhan dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada pelanggan.
Secara pararel, tambah Nasri, untuk menunjang beroperasinya PLTU Cilacap Ekspansi, PLN juga telah menyiapkan sistem Jawa dan Bali melalui pengoperasian Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) sebesar 500 kiloVolt (kV).
"Dengan semua penambahan pasokan dan saluran tegangan listrik, kami sangat berharap bisa memberikan peningkatan kualitas layanan kepada masyarakat," pungkas Nasri Sebayang.
Sekadar informasi, proyek ini merupakan kelanjutan dari proyek 7.000 mw yang dibangun oleh Independent Power Producer (IPP) atau pengembang swasta dengan durasi pembangunan lebih cepat dari kontraktual yakni hanya 32 bulan saja. Nantinya PLTU ini akan dibeli oleh PLN seharga 7,5534 cent USD per KwH dengan asumsi harga batubara USD72,06 per ton.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News