"Pembahasan RAPBN sekarang masih indikatif, masih sangat awal dan bisa berubah," kata Syaikhul kepada Media Indonesia, Minggu, 30 Juni 2019.
Terkait adanya tanggapan bahwa rencana pemangkasan subsidi energi bisa meningkatkan inflasi, Syaikhul menegaskan pihaknya menerima semua masukan yang ada. Menurutnya, komitmen Komisi VII adalah menyeimbangkan kebijakan yang pro-rakyat dan kondisi keuangan negara.
"Jadi kalau ada masukan pemangkasan subsidi energi bisa berimbas inflasi tentu akan kami perjuangkan saat RAPBN definitif nantinya," katanya.
Ia pun mengungkapkan bahwa masih ada kemungkinan untuk mengkaji kembali terkait rencana pemangkasan subsidi energi tersebut.
"Iya (masih ada kemungkinan untuk dikaji lagi). Pagu indikatif hanya untuk menjaring masukan untuk penganggaran. Nanti aktualnya adalah di APBN definitif," pungkas dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News