Kepala Satuan Komunikasi Korporat I Made Suprateka dalam keterangan tertulisnya mengatakan pembangkit bergerak (mobile power plant/MPP) yang masuk program 35.000 mw tersebut telah memenuhi pasokan listrik sistem Ternate Tidore.
"Pembangkit MPP dengan mesin gas ini merupakan jenis, yang pembangunannya tergolong cepat, karena hanya membutuhkan waktu 6-7 bulan. Seperti PLTMG Ternate ini konstruksinya rampung pada Oktober 2017 setelah kontrak pembangunan efektif berlaku April 2017," kata Made.
Menurut dia, setelah konstruksi pembangkit selesai, tahapan selanjutnya ialah menguji beban sebelum dinyatakan layak beroperasi. Dari empat unit mesin pembangkit, tiga di antaranya memperoleh sertifikat laik operasi (SLO) pada Desember 2017 dan satu sisanya Februari 2018.
PLTMG Ternate menggunakan bahan bakar ganda, yakni gas alam cair (liquid natural gas/LNG) dan minyak. Made menambahkan, PLN akan terus mengupayakan pemerataan akses listrik, khususnya di wilayah Indonesia Timur.
Saat ini beban puncak sistem Ternate Tidore ialah 32,49 mw, sedangkan daya mampu 59,3 mw. Hal ini berarti terdapat cadangan daya 45 persen untuk sistem Ternate Tidore.
PLN juga tengah melistriki empat desa di Pulau Morotai, yakni Desa Podimor Padange, Desa Bere-Bere Kecil, Desa Titigogoli, dan Desa Hapo yang terletak di Kecamatan Morotai Jaya, Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara.
Pengerjaannya saat ini sudah masuk pada tahap pemancangan tiang listrik dan pemasangan isolator di sepanjang jalur desa-desa tersebut.
"Saat ini sudah ada 79 desa dari 88 desa di Pulau Morotai telah berlistrik dan sedang dalam tahap konstruksi. PLN menargetkan seluruh desa di Pulau Morotai dapat menikmati listrik di 2018," ujar Made.
Guna melistriki keempat desa tersebut, PLN membangun jaringan tegangan menengah (JTM) sepanjang 22,56 km, jaringan tegangan rendah (JTR) sepanjang 2,88 km, serta empat gardu distribusi dengan total nilai investasi Rp3.069.886.000.
PLN mendukung pemerataan pemenuhan listrik di seluruh Indonesia sehingga rasio elektrifikasi nasional menjadi 98 persen pada 2019. (Media Indonesia)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News