"Ini melibatkan sejumlah perusahaan besar dan akan menganggu investasi, ini yang saya sesalkan," kata dia kepada Metrotvnews.com, di Jakarta, Selasa (1/12/2015).
Dia bahkan mengkritik Menteri Koordinator Kemaritiman dan Sumber Daya RIzal Ramli yang membukanya ke publik sebelum adanya kepastian mengenai masuknya investor di Newmont. Karena menurutnya, hal ini terlalu dini untuk diketahui publik.
"Ini bisa menimbulkan kegaduhan dan menganggu investor," kata dia.
Dia mengaku tak tahu menahu mengenai proses pembelian saham Newmont karena menurutnya ada beberapa saham yang bisa dibeli investor baik lokal maupun asing.
"Ada saham asing dan lokal juga, kita enggak tahu mana yang mau dibeli," tegas dia.
Saham PTNNT dimiliki oleh empat grup besar yaitu Nusa Tenggara Partnership B.V (NTP), PT Multi Daerah Bersaing (PT MDB), PT Pukuafu Indah (PT PI) dan PT Indonesia Masbaga Investama (PTMI).
NTP merupakan pemegang saham terbesar dengan 56 persen, MDB memiliki 24 persen, PT Pukuafu Indah memilik saham 17,8 persen dan sisanya milik PTMI.
Mengenai prosesnya, dia mengaku, pembahasan mengenai pembelian saham Newmont sudah diutarakan dari empat bulan lalu. Dia pun menyambut baik jika ada perusahaan nasional yang mau mengakuisisi perusahaan multinasional.
"Sudah dari empat bulan ada ketertarikan, namun saya juga tak terlalu peduli karena ini hubungan business to business jadi tak ada kaitannya dengan kami, meskipun kami menyambut baik," pungkas dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News