Tabung gas Bright Gas. Foto: dok Pertamina.
Tabung gas Bright Gas. Foto: dok Pertamina.

Perempuan dan Elpiji

Ekonomi pertamina gas elpiji
Ade Hapsari Lestarini • 13 November 2019 21:14
BUKAN. Bukan bermaksud menyamakan perempuan dengan tabung gas. Tapi judul ini menguatkan, betapa perempuan menjadi ratu dalam sebuah rumah tangga. Bebas memilih energi gas apa yang cocok bagi kebutuhan hidupnya sehari-hari.
 
Perempuan 'ditakdirkan' mempunyai peran multifungsi, baik di rumah maupun di luar rumah. Menjadi seorang istri, ibu, hingga pekerja. Mereka pun punya 'kuasa' untuk menentukan hal apa saja terkait penggunaan barang-barang kebutuhan rumah tangga.
 
Berhemat pun menjadi alasan utama bagi mereka yang mendapat nafkah pas-pasan dari sang suami. Ibu rumah tangga juga harus memutar otak agar penggunaan energi di rumahnya mencukupi selama satu bulan penuh. Baik itu listrik ataupun gas.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Jatah uang bulanan dari suami pun harus ditekan sedemikian rupa demi menjaga dapur tetap ngebul. Tak heran, banyak dari mereka yang masih menggunakan tabung gas melon alias elpiji ukuran 3 kilogram (kg) agar lebih irit. Sayangnya, pengguna tabung melon ini bukan dari kalangan kurang berada. Mereka justru mampu membeli lebih dari itu, tapi lebih memilih harga gas yang disubsidi pemerintah untuk kalangan kurang mampu.
 
Saidah, 45, mengaku membeli gas ukuran 3 kg karena dia ingin menghemat uang bulanan yang dijatah suaminya, sekaligus praktis dibawa karena ukurannya yang kecil. Dirinya pun menyadari, tabung 3 kg ini bukan untuk dirinya yang merupakan pekerja di sebuah perbankan besar itu.
 
"Saya tahu ini memang disubsidi pemerintah, tapi ini lebih murah dari tabung gas ukuran 12 kg. Sudah begitu gampang juga saya membawanya karena ukurannya kecil," ungkap dia kepada Medcom.id.
 
Harga gas 3 kg subsidi saat ini dibanderol sekitar Rp19 ribu hingga Rp21 ribu. Tergantung dari agen dan wilayah penjualannya. Sementara untuk membeli tabung ukuran 12 kg dibanderol sekitar Rp155 ribu.
 
Namun kini para emak-emak milenial sudah diberikan banyak pilihan varian gas agar tidak membebani pemerintah. Yakni varian tabung gas kemasan 5,5 kg dan ukuran 3 kg nonsubsidi. PT Pertamina (Persero) pun menghadirkan Bright Gas sebagai alternatif pilihan bagi konsumen elpiji nonsubsidi.
 
Sejak 2015, tabung berwarna pink fuschia ini meluncur dan dibanderol sekitar Rp78 ribu. Bright Gas 5,5 kg ini menjadi "gaya hidup" baru bagi para penggunanya, di samping ingin mengurangi pemakaian si melon berukuran 3 kg.
 
Bahkan, varian baru dari perusahaan pelat merah tersebut menyasar konsumen muda serta keluarga kecil yang tinggal di apartemen. Bright Gas pun lebih ringan dari segalon air mineral, bahkan mudah diangkat oleh para ibu-ibu.
 
Direktur Pemasaran Retail Pertamina Mas'ud Khamid mengatakan perseroan selalu mengedukasi dan menggalakkan penggunaan elpiji nonsubsidi. "Kami mengimbau agar konsumen move on ke elpiji nonsubsidi," kata dia.
 
Bukan tanpa alasan Pertamina terus 'cerewet' ke pelanggan agar beralih kemasan. Ini dilakukan agar penggunaan elpiji subsidi menjadi tepat sasaran. Menurut Permen ESDM Nomor 26 tahun 2009 tentang Penyediaan dan Pendistribusian LPG Subsidi, disebutkan elpiji 3 kg diperuntukkan bagi masyarakat kategori pra sejahtera atau usaha mikro.
 
Hal ini diamini oleh pengelola Apartemen Gading Nias, Taryono. Menurut dia, Bright Gas 5,5 kg bisa menjadi pilihan tepat bagi kaum hawa, khususnya para ibu rumah tangga. Apalagi, lanjut dia, penghuni apartemen ingin memasak dengan praktis tapi tak khawatir terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.
 
Dia mengakui jika Bright Gas 5,5 kg tersebut selain lebih praktis juga mempunyai warna yang lebih eye catching. Bahkan katup gandanya bisa meminimalisir terjadinya pengoplosan. Oleh karena itu dia berharap Bright Gas ini mudah diakses serta cepat layanannya.
 
"Dilihat dari keunggulannya dibanding elpiji dengan ukuran yang sama, Bright Gas 5,5 kg ini bisa menjadi pilihan tepat untuk kaum hawa, khususnya ibu-ibu rumah tangga," tutur dia.
 
Nah, sudah siap move on?
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif