Illustrasi. Foto : AFP.
Illustrasi. Foto : AFP.

Mantan Dirut Pertamina Dukung KPK Berantas Mafia Migas

Ekonomi migas
Suci Sedya Utami • 12 September 2019 20:35
Jakarta: Mantan Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Dwi Soetjipto mendukung upaya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang masih menindaklanjuti kasus mafia migas di tubuh Pertamina Energy Trading Limmited (Petral) kendati organisasi tersebut telah dibubarkan.
 
Dwi mengatakan saat dia pertama kali masuk Pertamina sering diminta KPK untuk memaparkan tentang Petral. Ia bilang penidaklajutan kasus tersebut saat ini oleh KPK diharapkan bisa membuka lagi praktik aliran uang haram yang mungkin selama ini belum terbuka. Kendati dirinya pun terkejut lembaga antirasuah masih melanjutkan kasus tersebut.
 
"Tentu saja kita berharap bahwa langkah itu bisa meanjutkan upaya-upaya membebaskan industri migas dari mafia," kata Dwi di Kementerian ESDM, Jakarta Pusat, Kamis, 12 September 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dwi yang saat ini menjabat sebagai Kepala Satuan Kerja Kusus Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (Migas) mempercayai bahwa masih ada potensi praktik permainan haram. Oleh karena itu, ia sangat mendukung langkah pertamina untuk terus mengawasi dan memberantas praktik kotor tersebut.
 
"Korupsi tidak betul hilang atau masih ada selama kalau tidak ada lembaga yang betul-betul melakukan pengawasan secara baik," jelas Dwi.
 
Secara terpisah, VP Corporate Communication Pertamina Fajriyah Usman mengaku tata kelola perusahaan migas nasional ini sekarang makin baik. Lagi pula Petral pun telah dibubarkan dan digantikan oleh Integrated Supply Chain (ISC) yang berjalan sesuai dengan aturan.
 
"Pembelian minyak Pertamina pakai ISC, internal perusahaan. Pertral sudah dibubarkan. Dengan adanya ISC ada efisiensi dan sebagainya. Jadi pengelolaannya pasti sudah terus membaik. Internal perusahaan menggunakan praktik-praktik yang memang biasa dipergunakan," jelas Fajriyah.
 
Sebelumnya KPK menetapkan eks Direktur Utama (Dirut) Pertamina Energy Trading Ltd (Petral), Bambang Irianto sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap perdagangan minyak mentah. Bambang diduga menerima suap USD2,9 juta.
 
Uang haram dari Kernel Oil Ltd itu diterima Bambang melalui perusahaan cangkang bernama Siam Group Holding Ltd, dengan kedudukan hukum di British Virgin Island. Bambang diduga menerima suap dalam periode 2010-2013.
 
Bambang disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b subsider Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.
 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif