Presiden Joko Widodo. Foto: Medcom.id/Desi.
Presiden Joko Widodo. Foto: Medcom.id/Desi.

Jokowi Ingin Swasta Masuk Jual Avtur

Ekonomi Avtur
Suci Sedya Utami • 12 Februari 2019 09:03
Jakarta: Presiden Joko Widodo menginginkan agar harga Avtur di Indonesia kompetitif. Salah satu caranya dengan membiarkan swasta masuk dalam bisnis tersebut.
 
Selama ini bisnis Avtur dimonopoli oleh PT Pertamina (Persero). Jokowi mengaku baru mengetahui bahwa Pertamina menonopoli harga Avtur di Bandara Soekarno-Hatta.
 
"Karena monopoli harganya jadi tidak kompetitif," kata Jokowi di Hotel Grand Sahid, Jakarta, Senin malam, 11 Februari 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Jokowi mengatakan harga Avtur di Indonesia terlampau tinggi bila dibandingkan dengan negara lain. Ia menyebut terpaut kurang lebih 30 persen. Jokowi menegaskan selisih tersebut harus dibenahi.
 
Mantan Gubernur DKI Jakarta ini mengatakan harga avtur saat ini cukup menganggu para pengusaha. Apalagi, harga avtur yang kelewat tinggi juga secara langsung melambungkan harga tiket pesawat. Kondisi itu juga dianggap tidak tepat di tengah upaya pemerintah untuk menggenjot sektor pariwisata.
 
"Itu yang harus dibenahi sehingga kalau nanti harganya sama dengan negara lain, ada yang namanya daya saing, ada competitiveness. Kalau ini terus-terusan ya nanti pengaruhnya ke harga tiket pesawat," jelas Jokowi.
 
Lebih jauh dia menambahkan ada banyak perusahaan swasta yang memiliki minat di bisnis Avtur. " Loh banyak yang mau ngantre lah, saya pastikan ngantre," tandas dia.
 
Sebelumnya Badan Pengaturan Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) menyatakan badan usaha penyalur bahan bakar selain Pertamina selama ini diperbolehkan untuk melakukan bisnis penjualan Avtur.
 
Direktur BBM BPH Migas Patuan Alfon Simanjuntak hal tersebut telah diatur dalam Peraturan BPH Migas Nomor 13 Tahun 2008 tentang pengatutan dan pengawasan atas pelaksanaan penyediaan dan pendistribusian bahan bakar minyak penebangan di bandara. Alfon menyatakan adanya aturan tersebut menerangkan bahwa selama ini sebenarnya tidak ada larangan dari pemerintah bagi badan usaha lain untuk berbisnis Avtur.
 
"Bahwa Avtur itu adalah bahan bakar. Apakah badan usaha lain boleh berbisnis avtur ? Saya sampaikan dalam peraturan boleh, jadi bukan monopoli," kata Alfon di Menara 165, TB Simatupang, Jakarta Selatan, Rabu, 30 Januari 2019.

 

(SCI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi