"Jika tidak ada kendala, Desember 2017 satu unit mesin pembangkit sudah bisa beroperasi dengan kapasitas 25 MW," kata Manager PLN wilayah Gorontalo, Nayurizal saat berkoordinasi dengan Pelaksana tugas Gubernur Gorontalo Zudan Arif Fakrulloih dalam rangka antisipasi kendala suplai kelistrikan di Gorontalo, seperti dikutip dari Antara, Selasa (17/1/2017).
Ia menambahkan, pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota sejauh ini mendukung percepatan pertumbuhan listrik di Gorontalo, baik itu berkaitan dengan rencana pembangunan maupun yang sedang berjalan untuk pembangkit maupun transmisi gardu induk, serta peningkatan distribusi dan pelayanan pelanggan.
Dijelaskan Nayurizal, tahun ini PLN Gorontalo mengharapkan dukungan pemerintah terkait ketambahan dua gardu induk, yang berada di pinggiran Kota Gorontalo dan di Kabupaten Boalemo.
"Kami berharap ini bisa mendapat dukungan dari pemerintah daerah, proses penyelasaian izin lokasi yang sementara kita rencanakan dan disosialisasikan kepada masyarakat," ungkapnya.
Menurutnya, saat ini gardu induk yang beroperasi hanya ada di wilayah Kecamatan Botupinggi Kota Gorontalo, sehingga kiranya perlu untuk ketambahan dua gardu induk untuk untuk perkuat suplai listrik.
Sementara Plt Gubernur Gorontalo, Zudan Arif Fakrulloh, saat pertemuan dengan PLN Gorontalo menjelaskan, pemerintah daerah akan terus mendorong semua langkah dari PLN untuk pertumbuhan dan peningkatan listrik di Gorontalo.
"Saya akan terus memberikan dorongan kepada pihak PLN agar supaya pekerjaan ini bisa selesai, saya berharap koordinasi kita terus berlanjut, dan apa yang menjadi kendala di konsultasikan dengan kami," kata Zudan.
Menurutnya, semua dari kita akan berpikir solusi yang paling maksimal, dan kepada masyarakat akan diberikan pemahaman komprehensif tentang manfaat dan keuntungannya.
"Pada prinsipnya kita pemerintah dengan semua pemangku kepentingan akan bersinergi termasuk dengan PLN akan mencarikan solusi," ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News