PLN. Foto : MI/Irfan.
PLN. Foto : MI/Irfan.

Terangi Daerah 3T, PLN Rela Bermitra dengan Asing

Ekonomi pln
Suci Sedya Utami • 06 Februari 2020 17:41
Jakarta: PT PLN (Persero) menyatakan siap berbagi 'kue' dengan semua pihak, termasuk pihak swasta, untuk membangun infrastruktur listrik di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
 
Daerah 3T menjadi kunci untuk menuju rasio elektrifikasi 100 persen. Sampai saat ini masih banyak daerah 3T yang masih gelap dan belum tersambung setrum. Namun sayangnya keuangan PLN tidak cukup untuk mengembangkan listrik di banyaknya wilayah 3T di seluruh Indonesia.
 
Wakil Direktur Utama PLN Darmawan Prasojo mengatakan oleh karenanya dibutuhkan sinergi antarsemua pihak untuk menyediakan energi di wilayah-wilayah yang masih terisolasi. Harapannya dengan masuknya listrik akan membuka konektivitas bagi daerah tersebut,

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kami tidak sendirian dalam berjuang, kita harus berkolaborasi dengan pihak domestik maupun internasional," kata Darmawan di Jakarta, Kamis, 6 Februari 2020.
 
Lebih lanjut mantan Deputi I Kepala Staf Kepresidenan ini mengatakan kolaborasi tersebut merupakan upaya untuk mengakselerasi investasi di sektor kelistrikan di seluruh wilayah, yang tujuannya tidak lain demi menciptakan pembangunan secara merata dan berkeadilan.
 
Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Rida Mulyana sebelumnya mengatakan saat ini rasio elektrifikasi mencapai 98,6 persen. Ia bilang sisanya 1,4 persen yang masih gelap kebanyakan merupakan daerah 3T termasuk di wilayah pulau-pulau kecil.
 
Ia bilang untuk mencapai target rasio elektrifikasi 100 persen maka daerah 3T tersebut mesti dialiri listrik. Rida mengatakan di 2020 saja butuh dana Rp11 triliun untuk mengaliri listrik di daerah yang masih gelap. Namun sayangnya PLN hanya memiliki anggaran Rp2 triliun untuk itu.
 
"Butuh hampir Rp11 triliun untuk 2020 saja, padahal PLN cuma mampu Rp2,1 triliun. Makannya kami membuka peran serta private sector," kata Rida.
 
Rida mengatakan saat pihaknya akan mengkomunikasikan dengan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) terkait insentif yang diberikan agar menarik swasta untuk mengembangkan listrik di daerah 3T. Pasalnya dalam peraturan yang ada terdapat subsidi bagi pengembang kawasan 3T.
 
Selama ini subsidi tersebut hanya diberikan pada Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Misalnya saja berupa penanaman modal negara (PMN) pada PLN untuk mengembangkan infrastruktur listrik atau bisa juga berupa pemotongan kewajiban yang dibayarkan perusahaan pelat merah pada negara (dividen).
 
"Misalnya ada swasta mau, dan perlu disubsidi, maka mekanismenya bagaimana supaya mereka terima juga, yang aturan kan enggak boleh (swasta dapat subsudi). Semester ini semoga bisa dapat solusinya. Bisa pakai cara untuk kerja sama dengan PLN dan swasta untuk menyelesaikan ini (daerah 3T)," jelas Rida.
 
(SAW)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif