Ilustrasi. (FOTO: AFP)
Ilustrasi. (FOTO: AFP)

Kementerian ESDM Klaim Subsidi Energi Terus Turun

Ekonomi kementerian esdm solar subsidi Subsidi Solar
Annisa ayu artanti • 07 Mei 2018 10:18
Jakarta: Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengklaim anggaran subsidi semakin tepat sasaran. Subsidi lebih diperuntukkan untuk membiayai sektor produktif seperti infrastruktur dan pendidikan.
 
Berdasarkan data Kementerian ESDM yang dikutip Medcom.id, Senin, 7 Mei 2018, subsidi energi terus mengalami penurunan dari 2015 sampai 2017. Total subsidi energi sebesar Rp323 triliun atau lebih rendah 66 persen dari tiga tahun sebelumnya yaitu 2012 sampai 2014 yang sebesar Rp958 triliun.
 
Sebaliknya anggaran untuk infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan meningkat sangat signifikan. Sejak 2015 angkanya selalu di atas Rp700 triliun, bahkan 2018 ini dialokasikan sebesar Rp965 triliun. Tahun-tahun sebelumnya anggaran tersebut di bawah Rp600 triliun.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) harus dijaga, subsidi energi dibuat makin tepat sasaran, sehingga belanja yang lebih produktif seperti infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan bisa punya porsi yang jauh lebih besar," kata Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama, Kementerian ESDM Agung Pribadi.
 
Agung menjelaskan, subsidi energi terdiri dari subsidi bahan bakar minyak (BBM), elpiji, dan listrik. Sejak 2015, jenis BBM yang disubsidi hanya solar dan minyak tanah, sementara premium tidak lagi disubsidi APBN.
 
Meski demikian, harga BBM jenis premium (Jenis BBM khusus penugasan) dan solar tidak pernah mengalami kenaikan sejak April 2015. Saat itu harga premium tersebut sebesar Rp7.300 dan solar Rp6.900 per liter.
 
BBM premium per 5 Januari 2016 bahkan harganya turun dari Rp7.300 menjadi Rp6.950 per liter. Lalu pada 1 April 2016 turun lagi menjadi Rp6.450 per liter yang berlaku hingga dan hingga 2019 juga dipastikan tidak naik.
 
Sementara untuk BBM jenis solar per 10 Oktober 2015 harganya justru turun dari Rp6.900 menjadi Rp6.700 per liternya. Lalu per 5 Januari 2016 juga turun menjadi Rp5.650 per liter dan 1 April 2016 turun lagi menjadi Rp5.150 per liter dan tetap sampai hari ini. Hingga 2019, harga solar juga tidak ada kenaikan. Sedangkan untuk minyak tanah tidak pernah ada ke kenaikan sejak 2008.
 
"Sudah tiga tahun bahkan lebih, tidak ada kenaikan BBM premium, solar, dan minyak tanah. Hingga 2019 juga tidak akan naik, tarif listrik juga tidak naik. Itu dalam rangka meningkatkan kestabilan ekonomi dan sosial masyarakat serta mempertahankan daya beli masyarakat," tutup Agung.
 

 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif