Direktur Keuangan Pertamina Pahala Mansyuri. (FOTO: Medcom.id/Desi Angriani)
Direktur Keuangan Pertamina Pahala Mansyuri. (FOTO: Medcom.id/Desi Angriani)

Pertamina-Saudi Aramco Bakal Tunjuk Tim Valuasi Kilang Cilacap

Ekonomi pertamina kilang cilacap saudi aramco
Suci Sedya Utami • 18 Juli 2019 14:11
Jakarta: PT Pertamina (Persero) dan Saudi Aramco akan menunjuk tim independen untuk menghitung valuasi dari rencana pembangunan Kilang Cilacap.
 
Direktur Keuangan Pertamina Pahala Mansyuri mengatakan saat ini Pertamina masih menunggu Saudi Aramco terkait tanggapan pembentukan tim tersebut. Tim tersebut nantinya akan memberikan pertimbangan mengenai valuasi nilai proyek tersebut.
 
"Nanti kita akan tunjuk bersama-sama, sehingga di September Insyaallah valuasi sudah bisa diselesaikan," kata Pahala di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis, 18 Juli 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pahala mengatakan penunjukkan dilakukan dalam waktu satu bulan ke depan. Adapun penghitungan valuasi yakni didasari asumsi mengenai harga minyak mentah (crude) di masa mendatang. Kemudian asumsi dari produk yang akan dihasilkan dari kilang tersebut.
 
"Jenis crude apa yang akan digunakan. Jadi memang asumsinya cukup beragam," jelas mantan Direktur Utama Garuda Indonesia ini.
 
Negosiasi antara Pertamina dan Saudi Aramco diperpanjang hingga September. Batas akhir negosiasi kerja sama tersebut seharusnya akan berakhir pada akhir Juni lalu.
 
"Joint venture design agreement bisa kita perpanjang untuk membahas alternatif atau konsep kerja sama," kata Direktur Mega Proyek dan Petrokimia Pertamina Ignatius Tallulembang bulan lalu.
 
Alternatif konsep dicoba ditawarkan Pertamina pada perusahaan asal Negeri Raja Salman tersebut lantaran hingga kini keduanya belum mencapai kesepakatan terkait valuasi aset untuk spin off di proyek Refinary Development Master Plan (RDMP) Cilacap. Proyek RDMP ini mencakup peningkatan kapasitas kilang eksisting menjadi 400 ribu barel dan peningkatan kualitas produk kilang hingga Euro V.
 
Untuk mengerjakan proyek RDMP Cilacap, Pertamina membutuhkan dana sekitar USD6 miliar. Igantius bilang Pertamina akan mengandalkan pendanaan dari pinjaman dan mencari equity patner untuk mendanai RDMP Cilacap.
 
"Pendanaan tidak masalah. Kami pendanaan project financing untuk bangun kilang itu pinjaman 65-70 persen, sisanya equity. Itu pun fleksibel karena kami bisa mencari equity partner seperti di Balikpapan," kata Ignatius.
 
Opsi lainnya yakni pencarian partner akan dilakukan sambil proyek tersebut dikerjakan. Jikalau tidak juga menemukan parter, maka Pertamina akan mengerjakan sendiri.
 
Dengan diambil alih oleh Pertamina, Igantius yakin proyek RDMP Cilacap bisa selesai lebih cepat dari target pada 2026. "Tapi kalau kami yang kerjakan duluan, porsinya Pertamina bisa 2025," jelas dia.
 

(AHL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif