Gedung Pertamina (Wikimedia Commons NaidNdeso)
Gedung Pertamina (Wikimedia Commons NaidNdeso)

Pertamina Butuh Waktu Ganti Pipa di Blok Rokan

Ekonomi pertamina chevron Blok Rokan
Suci Sedya Utami • 22 Mei 2019 08:16
Jakarta: PT Pertamina (Persero) akan menjadi kontraktor pengelola Blok Rokan mulai 2021 menggantikan PT Chevron Pasific Indonesia (CPI). Namun beberapa pekerjaan sudah mulai dicicil tahun ini yakni penggantian pipa.
 
VP Corporate Affairs CPI Wahyu Budiarto mengatakan dibutuhkan waktu yang lama bagi Pertamina untuk mengganti pipa. Meski Pertamina, kata Wahyu, berharap ketika mereka resmi mengoperasikan pipa-pipa tersebut bisa selesai diganti.
 
"Perkiraan kita empat sampai lima tahun, ukurannya besar 35 inchi. Ada beberapa segmen dan itu kan tetap harus beroperasi. Totalnya ada 200-an sekian cukup panjang," kata Budi, di Kantor Chevron, Senayan, Jakarta Selatan, Selasa, 21 Mei 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Budi menjelaskan alasan butuh waktu panjang untuk mengganti pipa. Dia bilang pipa saat ini berada di jalan utama Riau. Ketika dulu Chevron membangun pipa tersebut pada saat pertama kali mengoperasikan Blok Rokan, jalan tersebut masih berupa hutan atau jalan inspeksi yang belum banyak warga yang bermukim.
 
Oleh karenanya dengan kondisi saat ini yang menjadi jalan utama maka bila mengganti pipa tentu akan mengganggu aktivitas warga yang bermukim di dekat jalur pipa. Dia bilang dampak sosialnya untuk mengganti saat ini lebih tinggi.
 
"Memindahkan ke lokasi baru ini yang menjadi kendala. Itu yang menjadi isu tidak cukup waktu. Apalagi kalau perlu ada pembebasan lahan lebih dari lima hektare, perlu ada tim dan penentuan lokasi khusus itu kan. Jadi kami rasa tidak cukup (hingga 2021)," tutur dia.
 
Sebenarnya, kata Budi, pada 2011-an Chevron memiliki niatan untuk mengganti pipa yang usianya sudah mencapai 60 tahun. Namun lantaran sistem bagi hasil cost recovery tidak bisa menanggung biaya penggantian pipa, beberapa tahun lalu Chevron menilai sepertinya tidak punya cukup waktu untuk mengganti pipa karena sadar diri waktu kontrak sudah mau habis.
 
Akhirnya Chevron hanya melakukan perawatan agar pipa tersebut masih bisa bertahan lama. Kendati demikian, kata dia, pihaknya tetap menyampaikan pada pemerintah bahwa penggantian pipa mesti jadi prioritas. "Nah saat ada pengumuman Pertamina ambil alih, kami sudah langsung kasih peringatan ke mereka," tuturnya.
 
"Ini penting sekali jangan sampai terlambat bangunnya. Kalau baru 2021 baru bisa jadi 2026-2027. Kami sebagai kontraktor besar juga enggak mau usai kami tinggalkan malah jadi bermasalah. Kan nama kami juga yang jadi taruhan. Pertamina sih saya rasa betul sekali kalau mau mengganti pipa," tutur dia.
 
Sebelumnya PT Pertamina (Persero) menyatakan transisi pengelolaan Blok Rokan dari Chevron Pacific Indonesia akan dilakukan lebih awal sejak tahun ini. Meskipun perseroan baru akan memiliki hak kelola secara resmi pada 2021.
 
Direktur Hulu Pertamina Dharmawan H Samsu mengatakan pihaknya telah mulai menjalin koordinasi dengan Chevron serta Satuan Kerja Khusus Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas (SKK Migas) dalam masa transisi saat ini.
 
"Transisi Rokan pada dasarnya akan dilakukan dengan cara yang lebih advance, dimulai dari tahun ini dengan membangun sebuah kolaborasi antara Pertamina, Chevron, dan SKK Migas," kata Dharmawan.
 
Dharmawan mengatakan dalam masa transisi ini, Pertamina akan mengganti pipa untuk mengaliri minyak mentah di Blok tersebut tanpa harus menunggu pengoperasian di 2021. Hal tersebut pun telah disetujui Chevron. Adapun pipa yang akan diganti yakni untuk jalur Minas-Duri-Dumai serta Batam-Bangka Dumai.
 
"Karena harus di-maintenance sekarang. Jika digantinya nunggu 2021 maka akan ada jeda dan ditakutkan pipa itu tidak bisa berfungsi. Jadi untuk mencegah adanya produksi yang tidak bisa dialirkan karena pipanya enggak dirawat maka diputuskan diganti sekarang," tutup Dharmawan.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif