Deputi Bidang Pertambangan, Industri Strategis dan Media Kementerian BUMN Fajar Harry Sampurno. (FOTO: Medcom.id/Suci Sedya)
Deputi Bidang Pertambangan, Industri Strategis dan Media Kementerian BUMN Fajar Harry Sampurno. (FOTO: Medcom.id/Suci Sedya)

Inalum Sanggup Ambil Alih Divestasi Vale

Ekonomi vale indonesia inalum
Suci Sedya Utami • 26 Maret 2019 19:05
Jakarta: Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) siap dari sisi keuangan apabila ditugaskan untuk mengambil alih divestasi PT Vale Indonesia Tbk (INCO) sebesar 20 persen.
 
Deputi Bidang Pertambangan, Industri Strategis dan Media Kementerian BUMN Fajar Harry Sampurno mengatakan saat ini pihaknya masih menunggu jawaban dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terkait divestasi tersebut.
 
Fajar mengatakan jika Kementerian ESDM telah memerintahkan BUMN untuk mengambil alih dan dianggap sebagai divestasi, maka pihaknya akan menyuruh Inalum untuk menggarap penugasan tersebut. Terkait keuangan Inalum yang juga baru menyelesaikan divestasi PT Freeport Indonesia sebesar USD3,85 miliar, Fajar mengatakan anak usahanya tersebut masih sanggup.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kita tinggal tunggu dari ESDM. Kalau ESDM sudah akui untuk divestasi, nanti BUMN tugasi Inalum. Insyaallah keuangannya bisa," ucap Fajar ditemui di Hotel JW Marriott, Kuningan, Jakarta Pusat, Selasa, 26 Maret 2019.
 
Bahkan sebelumnya Vale mengaku telah berbicara dengan Inalum terkait rencana divestasi tersebut. Pembicaraan dengan Inalum dilakukan karena Vale Indonesia menganggap perusahaan pelat merah tesebut nantinya kemungkinan ditunjuk oleh pemerintah untuk mengambil alih divestasi.
 
Presiden Direktur Vale Indonesia Nicolas Kanter bahkan mengibaratkan Vale dan Inalum layaknya seperti orang yang berpacaran dan saling menghubungi satu sama lain. Namun pembicaraan itu bersifat informal atau belum resmi sebab Vale masih menunggu arahan pemerintah.
 
"Masa kita enggak ngomong, masa kita pacaran enggak telepon-teleponan," kata Nico, Februari lalu.
 
Sebetulnya kata Nico, dalam amandemen kontrak karya pihaknya dengan Pemerintah Indonesia, memperbolehkan divestasi dilakukan dengan cara right issue. Vale diperbolehkan untuk mendivestasikan sahamnya sebesar 20 persen ke publik pada Oktober 2019.
 
Namun kata Nico, pihaknya mengutamakan untuk menawarkannya dulu pada Pemerintah Indonesia. Pemerintah juga memiliki opsi untuk menunjuk BUMN untuk mengeksekusi penawaran divestasi tersebut.
 
"Di luar itu (swasta) Wallahualam. Kalau di kita kan tetap setia sampai mati (ke Indonesia)," jelas dia.
 

(AHL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif