Direktur Eksekutif Indonesian Resources Studies (IRESS), Marwan Batubara, mengatakan lembaga-lembaga energi internasional banyak yang memperkirakan harga minyak dunia masih akan rendah di 2015, yaitu tidak lebih dari USD70 per barel.
Marwan memperkirakan situasi ekonomi global yang belum pulih secara menyeluruh dan impor minyak oleh Amerika Serikat yang diperkirakan tidak akan meningkat menjadi alasan harga minyak dunia masih akan rendah.
"Kita tidak punya kemampuan prediksi apa yang terjadi besok. Namun, paling tidak bisa melihat dari prediksi yang dilakukan oleh lembaga internasional. Pemangkasan itu (asumsi ICP) tepat lah," ujar Marwan saat dihubungi Media Indonesia, Jumat (26/12/2014).
Di samping itu, asumsi lifting minyak di dalam APBNP 2015 juga dipangkas, dari 900 ribu barel per hari pada APBNP 2014 menjadi 849 ribu barel per hari. Pemangkasan itu menurut Marwan disebabkan oleh kurang signifikannya produksi minyak di Blok Cepu. Target produksi yang diperkirakan mencapai 165 ribu barel per hari pada kuartal III-2015, diperkirakan Marwan tidak akan tercapai karena sarana prasarana belum memadai.
"Sarana, seperti jaringan pipa belum siap secara keseluruhan. Jadi, target lifting 900 ribu mungkin diturunkan karena hal itu," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News