Gedung Kementerian ESDM (Foto Dokumentasi Setkab).
Gedung Kementerian ESDM (Foto Dokumentasi Setkab).

Hingga 2035, Ada 60 Kargo LNG yang tak Terserap

Ekonomi lng
Annisa ayu artanti • 12 Juli 2017 18:23
medcom.id, Jakarta: Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan hingga 2035 masih banyak kargo Liquefied Natural Gas (LNG) yang tidak terserap. Paling tidak, diperkirakan hingga 2035 ada 60 kargo LNG yang belum ada pembelinya (uncommitted).
 
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Kementerian ESDM IGN Wiratmaja Puja mengatakan penyerapan LNG saat ini tercatat digunakan untuk ekspor LNG ke luar negeri, penggunaan LNG domestik, serta komitmen pembelian LNG dalam bentuk Head Of Agreement (HOA).
 
"LNG kita ada yang contracted export, domestik dan commited," kata Wirat di Jakarta Convention Center, Jakarta, Rabu 12 Juli 2017.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Meskipun sudah ada penyerapan LNG itu, Wirat menjelaskan, volume LNG dalam negeri yang belum uncommitted masih sangat besar. Sampai 2035 terdapat 60 kargo LNG yang belum memiliki pembeli.
 
"2035 akan ada uncommitted cargo. Bisa 50-60 kargo per tahun rata-rata biasanya," ucap Wirat.
 
Sementara untuk tahun ini, Wirat menyebutkan ada sekitar 18 kargo LNG uncommitted yang sedang ditender. Dia berharap gas tersebut dapat diserap untuk kebutuhan domestik. Khususnya untuk pembangkit listrik.
 
"Masih ada beberapa 16-18 kargo sudah ditender. Ini masih akan dirilis hingga akhir tahun. Kita berharap (diserap oleh) dalam negeri," sebut dia.
 
Adapun LNG uncommitted tersebut, lanjut Wirat sebagian besar berasal dari kilang Bontang.
 
"Sebagian besar dari Bontang," pungkas dia.
 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif