Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati. FOTO: Medcom.id/Husen Miftahudin.
Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati. FOTO: Medcom.id/Husen Miftahudin.

Pertamina Gagal Bermitra dengan ENI di Kilang Hijau

Ekonomi pertamina
Suci Sedya Utami • 29 Januari 2020 12:44
Jakarta: PT Pertamina (Persero) gagal bermitra dengan perusahaan energi asal Italia, ENI dalam menggarap green refinary atau kilang hijau di Kilang Plaju.
 
Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati mengatakan putusnya kerja sama tersebut membuat perseroan melanjutkan proyek kilang hijau secara mandiri. Bantuan teknologi masih berasal dari Universal Oil Products (UOP).
 
"Kita putus kerja sama ini dan langsung produksi sendiri dengan UOP sebagai pemilik teknologi," kata Nicke dalam rapat dengar pendapat di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu, 29 Januari 2020.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Nicke menjelaskan awalnya Pertamina bermitra dengan ENI demi memitigasi risiko teknis. Namun dalam perjalanannya terdapat penolakan terhadap minyak kelapa sawit (crude palm oil/CPO) oleh Eropa. Padahal kilang hijau menggunakan bahan baku utama CPO.
 
"ENI kena pinalti dari negaranya karena masih gunakan CPO dari Indonesia untuk bangun green biodiesel di Milan," tutur dia.
 
Penolakan tersebut membuat ENI mundur karena ada keharusan untuk menerapkan sertifikasi yang diatur oleh dunia internasional. Sementara sebagian besar produsen CPO Indonesia belum menerapkan sertifikasi tersebut.
 
"Oke tadinya kita mau melakukan co-processing di Milan enggak jadi karena CPO kita ditolak. Akhirnya kita bangun saja di Plaju," tutur Nicke.
 
Namun ENI masih tetap mendapat teguran dari pemerintahnya meski semua produk dihasilkan dan digunakan di Indonesia.
 
"Karena mendapat pinalti jadi kita jalankan sendiri dengan standar Amerika Serikat," jelas Nicke.
 

(Des)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif