Ilustrasi. Foto: dok. SKK Migas.
Ilustrasi. Foto: dok. SKK Migas.

Pertamina Hulu Rokan Sukses Mengebor 145 Sumur Baru

Ekonomi migas Pertamina Ketahanan Energi Pengeboran Sumur Migas
Antara • 13 Mei 2022 21:00
Pekanbaru: Program pengeboran sumur baru PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) yang masif dan agresif berkontribusi positif terhadap tingkat produksi Wilayah Kerja (WK) Rokan.
 
Sejak awal tahun hingga Rabu, 11 Mei 2022, PHR WK Rokan berhasil mengebor 145 sumur baru, atau rata-rata lebih dari satu sumur per hari. Kerja keras tersebut untuk mencapai target pengeboran 400-500 sumur baru di WK Rokan pada tahun ini.
 
Pengeboran sumur-sumur baru di WK Rokan sejauh ini berkontribusi rata-rata lebih dari 12 ribu barel minyak per hari (BOPD), sehingga dapat menjaga tingkat produksi di WK migas terbesar kedua di Tanah Air tersebut.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kontribusi dari sumur-sumur pengembangan terus menunjukkan tren kenaikan. PHR akan menambah rig lagi agar dapat meningkatkan produksi di WK Rokan," ungkap Dirut PHR Jaffee A dalam keterangan resminya, Jumat, 13 Mei 2022.
 
Tahun ini, PHR berencana menambah jumlah rig hingga menjadi 26 rig pengeboran dan 47 rig work over/well service (WOWS). Hingga April lalu, PHR mengoperasikan 19 rig pengeboran dan 28 rig WOWS.
 
Sebelumnya, Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama berdialog dengan para pekerja ketika mengunjungi salah satu lokasi pengeboran di Lapangan Minas, Kabupaten Siak, Riau, pada Senin, 9 Mei 2022.
 
Pada kunjungan kerja kali ini, Basuki dan rombongan meninjau salah satu lokasi rig pengeboran di Minas dan berdialog dengan pekerja di lapangan.
 
WK Rokan menyumbangkan sepertiga total produksi minyak Pertamina atau hampir seperempat produksi nasional dengan rata-rata produksi tahunan sekitar 160 ribu barel minyak per hari (BOPD) untuk periode September-Desember 2021. Seluruh hasil lifting WK Rokan juga diperuntukkan untuk konsumsi kilang domestik Pertamina guna mendukung ketahanan energi nasional.
 
Dalam paparannya, Jaffee menjelaskan bahwa PHR berhasil meningkatkan kinerja WK Rokan pascaalih kelola. Di antaranya kenaikan tingkat produksi, biaya lifting yang makin rendah, peningkatan nilai investasi dan kegiatan pengeboran secara masif-agresif. Dia juga menjelaskan peran WK Rokan dalam pengembangan digitalisasi di lingkungan Subholding Upstream Pertamina dan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).
 
(HUS)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif