Ilustrasi energi terbarukan. Foto : AFP.
Ilustrasi energi terbarukan. Foto : AFP.

Pertamina Selektif Sebelum Kembangkan Energi Terbarukan

Ekonomi energi terbarukan
Nia Deviyana • 27 November 2019 20:45
Jakarta: PT Pertamina (Persero) mengatakan harus relevan dalam berinvestasi, termasuk dalam mengembangkan green energy.
 
Direktur Perencanaan Investasi dan Manajemen Risiko Pertamina Heru Setiawan mengatakan dalam investasi green energy Pertamina juga mesti mempertimbangkan permintaan.
 
"Kita harus perhatikan demand (permintaan), harus dipastikan penggunaan Energi Baru dan Terbarukan (EBT) oleh masyarakat. Kemudian regulasi, harga minyak, insentif EBT bagaimana. Baru bisa kita pilih green," ujarnya di Pertamina Energy Forum, di Jakarta, Rabu, 27 November 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Heru mengatakan Pertamina menganggap minyak bumi dan gas (migas) masih relevan kendati banyak negara sudah beralih ke EBT. "Kita lihat sekarang transportasi, industri tetap gunakan fuel. Masa depan Petrokimia jadi alternatif untuk utilisasi hidrokarbon," tuturnya.
 
Pada kesempatan yang sama, Heru mengungkapkan Pertamina terus merespons perubahan teknologi sebagai akibat dari era disrupsi. Termasuk Electric Vehicle (EV) atau kendaraan listrik yang kemungkinan akan berkembang pesat dalam 10 tahun mendatang.
 
"EV akan banyak masuk di Indonesia. Dalam lima tahun akan banyak motor listrik. Apa yang dilakukan Pertamina? Kita mau bangun pabrik baterai. Demand enggak banyak sih, tapi kita siapkan itu. Kita mau berubah," pungkasnya.

 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif