Total Oil dan AKR Corporindo Ajukan Kenaikan Harga BBM
Ilustrasi. (FOTO: Medcom.id/Rakhmat Riyandi)
Jakarta: Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan sampai saat ini hanya PT Pertamina (Persero) yang belum mengajukan kepada pemerintah rencana meningkatkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) umum. Semua badan usaha hilir yang berbisnis di Indonesia sudah mengajukan persetujuan perubahan harga.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Djoko Siswanto mengatakan setelah PT Shell Indonesia beberapa waktu lalu, dua perusahaan lain yang mengajukan persetujuan perubahan harga adalah PT Total Oil Indonesia dan PT AKR Corporindo.

"Total, AKR mengajukan perubahan harga," kata Djoko ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat, 25 Mei 2018.

Namun demikian Djoko tidak menyebut berapa harga yang diinginkan perusahaan-perusahaan tersebut. Ia hanya mengatakan tinggal Pertamina saja.

"Iya (yang belum Pertamina). Yang saya terima sampai hari ini (Shell, Total, AKR)," sebut Djoko.

Seperti diketahui, pada 21 Mei Total mengirimkan surat kepada Menteri ESDM Ignasius Jonan untuk menyetujui perubahan harga BBM yang dijual di SPBU. Perubahan harga itu diminta untuk periode Juni 2018.

"Besar harapan kami agar surat ini beserta dengan kelengkapannya dapat diterima dan disetujui dalam tempo yang singkat agar kami dapat meIakukan penyesuaian harga eceran bahan bakar di SPBU Total Oil pada 1 Juni 2018," bunyi surat tersebut.

Sementara saat ditemui dalam acara buka puasa di Kantor Kementerian ESDM, Head of Investor Relation AKR Corporindo, Ricardo Silaen mengatakan perusahaannya memang sudah juga mengajukan perubahan harga ke pemerintah. AKR Corporindo meminta persetujuan pemerintah untuk menaikan harga BBM RON 92.

"Kami sudah mengajukan kenaikan harga. Iya kita sudah dimasukkan. Untuk RON 92 saja," ucap Ricardo.



(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id