Tambang batu hijau Newmont. (ANTARA FOTO/Ahmad)
Tambang batu hijau Newmont. (ANTARA FOTO/Ahmad)

Rizal Ramli: Akuisisi Newmont Hanya Keputusan B to B

Gervin Nathaniel Purba • 26 November 2015 15:11
medcom.id, Jakarta: Menteri Koordinator (Menko) Kemaritiman dan Sumber Daya Rizal Ramli mencoba menjelaskan pengambilalihan saham PT Newmont Nusa Tenggara yang langsung diberikan kepada pihak swasta.
 
Rizal menjelaskan, pengambilalihan saham Newmont oleh pengusaha Arifin Panigoro selaku pemilik PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) hanya keputusan bisnis antara kedua belah pihak.
 
"Bukannya begitu, itu (ambil saham Newmont) hanya Bussines to Bussines (B to B)," ujar Rizal saat ditemui di Gedung Badan Pusat Penerapan dan Pengkajian Teknologi (BPPT), Jakarta Pusat, Kamis (26/11/2015).

Seperti diketahui, Arifin Panigoro yang bertemu dengan Rizal Ramli untuk melaporkan pengambilalihan saham sebesar 76 persen saham Newmont senilai USD2,2 miliar oleh dirinya.
 
Pengambilalihan saham dengan angka besar ini membuat perseroan Arifin berkomitmen untuk membangun smelter (pemurnian) yang bisa meningkatkan nilai tambah hasil tambang. Pembangunan smelter merupakan kewajiban perusahaan pertambangan seperti diamanatkan Peraturan Pemerintah Nomor 77 Tahun 2009.
 
"Saat ini produksi Newmont mencapai 400.000 ribu ton tembaga. Sedangkan emasnya tidak terlalu banyak. Kami akan membangun smelter dengan kapasitas 50.000 ton, sekaligus sebagai persiapan bila tambang di sebelah ladang Batu Hijau mulai berproduksi," ungkap Arifin.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(AHL)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan