Ilustrasi. Foto : AFP.
Ilustrasi. Foto : AFP.

Perusahaan Baja Asal Korsel Berencana Tambah Investasi Rp42 Triliun di Indonesia

Ekonomi krakatau steel
Suci Sedya Utami • 21 November 2019 20:28
Jakarta: Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk Silmy Karim mengatakan mitra bisnisnya Pohang Iron and Steel Company (Posco) akan menambah investasi di Indonesia hingga USD3 miliar atau setara Rp42,26 triliun.
 
Investasi dari perusahaan asal Korea Selatan tersebut, kata Silmy, rencananya untuk mengembangkan produksi baja KS yang ditargetkan bisa mencapai 10 juta ton. Saat ini, produksinya masih sekitar enam juta ton.
 
"Jadi memang rencananya mencapai 10 juta itu nanti ada investasi lagi sekitar USD2,5 miliar hingga USD3 miliar," kata Silmy di Kementerian BUMN, Jakarta Pusat, Kamis, 21 November 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dirinya mengatakan rencana investasi tersebut telah dilaporkan ke Badan Koordinator Penanaman Modal (BKPM). Namun, Silmy tidak menjelaskan secara rinci kapan komitmen investasi tersebut masuk dan terealisasi.
 
Dia bilang Presiden Joko Widodo pun akan melakukan kunjungan kerja ke Korea Selatan. Dia bilang salah satunya untuk membahas kerja sama dengan Posco ke depan.
 
"Misalnya dalam mewujudkan klaster 10 juta ton di Cilegon itu nanti akan sekitar 2023 dan 2025," tutur Silmy.
 
Sebelumnya, PT Krakatau Posco (anak usaha patungan Krakatau dan Posco) menargetkan pada 2025 memiliki kapasitas produksi tiga kali lipat dari kapasitas produksi yang sudah ada saat ini. Nilai investasi yang diperlukan terdiri dari Rp2 triliun dan USD400 juta atau sekitar Rp5,6 triliun.
 
Presiden Direktur Krakatau Posco Kim Jhi Young mengatakan saat ini pihaknya masih dalam tahap perbincangan dengan Krakatau Steel, sebagai salah satu pemegang saham mengenai rencana pengembangan bisnis tersebut.
 
"Kalau untuk porsinya Posco dan Krakatau Steel masih dalam tahap pembicaraan jadi masih belum bisa memberikan detail pembicaraannya, masih negosiasi," kata Kim.
 
Investasi dalam waktu dekat yang akan dilakukan perusahaan adalah pengembangan produk ke baja gulung panas (hot rolled coils/HRC) dan baja gulung dingin (cold rolled coil/CRC). Tahun depan, rencananya perusahaan akan mulai memasarkan 750.000 ton produk baja HRC, sedangkan untuk produk CRC disebutkan masih dalam tahap perbincangan dengan Krakatau Steel.

 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif