President & CEO Inpex Takayuki Ueda (tengah). (FOTO: Medcom.id/Suci Sedya Utami)
President & CEO Inpex Takayuki Ueda (tengah). (FOTO: Medcom.id/Suci Sedya Utami)

Inpex Cari Pendanaan Garap Blok Masela

Ekonomi blok masela
Suci Sedya Utami • 16 Juli 2019 18:38
Jakarta: Inpex Corporation (Inpex) akan mencari pendanaan untuk membiayai proyek Blok Masela setelah revisi rencana pengembangan atau plan of development (PoD) Lapangan Gas Abadi di blok mendapatkan persetujuan pemerintah.
 
Dalam persetujuan revisi PoD tersebut, pemerintah juga menyetujui permohonan untuk alokasi tambahan waktu selama tujuh tahun dan perpanjangan Production Sharing Contract (PSC) Wilayah Kerja atau Blok Masela selama 20 tahun hingga 2055.
 
President & CEO Inpex Takayuki Ueda mengatakan pendanaannya berasal dari ekuitas perusahaan dan tidak menutup kemungkinan ada juga yang berasal dari pinjaman terutama untuk sisi pembangunan kilang Liquefied Natural Gas (LNG) darat. Dalam PoD awal pengembangan proyek ini menggunakan skema kilang terapung namun kemudian diubah menjadi skema darat.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Untuk sisi keuangan kita sedang berfikir mengenai pendanaan, tapi belum diputuskan menggunakan skema apa. Karena ini proyek besar kita mesti mempertimbangkan banyak hal, kita juga berfikir mengenai pinjaman dari perbankan," kata Takayuki saat memberikan pernyataan resmi di Hotel Ayana MidPlaza, Jakarta, Selasa, 16 Juli 2019.
 
Dalam kesempatan terpisan, Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Dwi Soetjipto mengatakan investasi Inpex untuk pengembangan proyek dengan target operasi di 2027 itu sebesar USD20 miliar.
 
Namun dengan perpanjangan kontrak PSC hingga 2055 pendanaan yang dibutuhkan Inpex mencapai USD42 miliar. Artinya ada tambahan USD22 miliar dari 2027 hingga 2055.
 
"Itu untuk investasi setiap tahun, ada pengeboran, ada operasional dan sebagainya," tutur Dwi.
 
Adapun Inpex baru akan memberikan keputusan final investasi atau final investment decision (FID) yakni setelah melakukan kegiatan Front End Engineering Design (FEED). Inpex memperkirakan FEED membutuhkan waktu 2-3 tahun untuk melakukan FEED yang akan dimulai pada 2020.
 
Untuk menggarap pengembangan Lapangan Gas Abadi, yang terletak di lepas pantai Saumlaki, Maluku ini, Inpex melalui anak usahanya Inpex Masela Ltd membentuk mitra usaha patungan atau joint venture dengan Shell Upstream Overseas. Hak kepemilikan Inpex dalam proyek ini sebesar 65 persen, sedangkan Shell 35 persen.
 
Pengembangan hulu migas di Masela diharapkan dapat memberikan kontribusi tambahan produksi gas bumi sekitar ekuivalen 10,5 juta ton (mtpa) per tahun (sekitar 9,5 juta ton LNG per tahun dan 150 juta kaki kubik atau mmscfd gas pipa), dengan target onstream di 2027.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif