Ilustrasi. FOTO: Dok MI
Ilustrasi. FOTO: Dok MI

PHE Tunggu Kajian Tumpahan Minyak Bisa Jadi Lifting

Ekonomi pertamina hulu energi
Suci Sedya Utami • 07 November 2019 07:43
Jakarta: PT Pertamina Hulu Energi (PHE) masih menunggu kajian yang dilakukan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) untuk memastikan tumpahan minyak di perairan Karawang yang telah ditangkap bisa dicatatkan sebagai lifting.
 
Direktur Operasi dan Produksi PHE Taufik Aditiyawarman mengatakan hingga 22 Oktober lalu, jumlah tumpahan minyak di laut akibat kebocoran sumur YYA-1 yang berhasil ditangkap mencapai 42,34 ribu barel. Jumlah tersebut merupakan minyak yang berada di offshore atau laut.
 
Sementara ceceran minyak yang sudah mencapai darat atau onshore yang berhasil ditangkap mencapai 5.747.575 karung.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Ini lagi dikaji oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan proposal kita untuk recover-nya seperti apa. KLHK minta prosedur segala macam, nah kita sudah submit. Paling cepat dua minggu (keputusan) di-submit Jumat kemarin," kata Taufik, di Jakarta, Rabu, 6 November 2019.
 
Di sisi lain, PHE juga masih menunggu kajian pengembangan relief well atau sumur pengeboran miring yang digunakan untuk menutup kebocoran minyak dan gas di sumusr YYA-1. Kajian pengembangan relief well untuk menjadi sumur produksi ditargetkan selesai sebelum akhir tahun ini sehingga pengembangannya bisa segera dilakukan sejak awal tahun depan.
 
"Rencananya development (pengembangan) relief well salah satu opsi. Masih ada tiga opsi lainnya apakah kita mau merecover dari tempat lain, tapi most likely itu yang dari relief well (jadi sumur produksi)," kata Taufik.
 
Menurut dia nantinya kajian pengembangan relief well akan disampaikan terlebih dulu kepada PT Pertamina (Persero) sebagai induk usaha. Salah satu kajian yang sedang dilakukan adalah menghitung sisa cadangan migas serta berapa biaya yang memang dibutuhkan. Namun dipastikan jika relief well dijadikan sumur produksi kebutuhan biayanya tidak akan terlalu besar.
 
"Sebelum akhir tahun kajiannya sudah firm. Development kapan, timeline dan lain-lain. Kita harus ajukan lagi kajian keekonomian ke Pertamina. Kita harus menghitung cadangan yang sudah keluar berapa, kan beda satu KM dari sumur YYA1 apakah kantong cadangan bisa ke-recover semua atau kita harus menambah dua sumur lagi di situ," tuturnya.
 
Saat ini perusahaan masih fokus dalam menyelesaikan penutupan dua sumur lainnya di proyek YY. Menurut Taufik ketika sudah selesai ditutup dua sumur lainnya maka platform yang miring juga akan dipotong. Ditargetkan seluruh sumur akan selesai ditutup permanen pada akhir bulan November. Kemudian dilanjutkan dengan pemotongan platform.
 
"Ketiga sumur akhir November. semua tiga sumur ditutup. Kemudian platform miring mau kita potong sebelum akhir tahun," pungkas dia.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif