Ilustrasi. Foto : MI/RAMDANI.
Ilustrasi. Foto : MI/RAMDANI.

Kuartal III, Laba Vale Indonesia Anjlok 99%

Ekonomi vale indonesia
Annisa ayu artanti • 28 Oktober 2019 14:34
Jakarta: Kinerja keuangan perusahaan yang akan diakuisisi oleh Mind Id, PT Vale Indonesia Tbk merosot. Selama sembilan bulan pertama tahun ini Vale Indonesia hanya mencetak laba USD160 ribu, merosot tajam 99 persen dari laba periode yang sama tahun sebelumnya sebesar USD55,21 juta.
 
Mengutip laporan keuangan perusahaan, Senin, 28 Oktober 2019 penurunan kinerja keuangan tersebut akibat imbas dari penurunan pendapatan, peningkatan beban pokok penjualan, dan merosotnya pos pendapatan lain-lain.
 
Pendapatan emiten berkode saham INCO dalam sembilan bulan pertama ini menyusut 12,61 persen dari USD579,59 juta pada Januari-September 2018 menjadi USD506,46 juta dalam sembilan bulan pertama tahun ini.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dirinci, pendapatan itu terdiri dari perolehan pendapatan pada kuartal I, kuartal II, dan kuartal III yang masing-masing sebesar USD126,42 juta, USD165,82 juta, dan USD214,21 juta.
 
Sementara untuk beban pokok pendapatan, perusahaan mencatat peningkatan pos tersebut yakni sebesar 0,4 persen dari USD483,14 juta pada periode yang sama tahun lalu menjadi USD485,43 juta.
 
Pos beban bahan bakar minyak dan pelumas, depresiasi, bahan pembantu, dan jasa kontraktor menjadi kontributor utama dalam pos beban pokok pendapatan. Sehingga laba bruto perusahaan pada periode ini hanya USD21,02 juta.
 
Sedangkan untuk pos pendapatan lainnya, perusahaan dengan kode emiten INCO ini hanya membukukan USD316 ribu. Jauh menurun dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu USD3,28 juta.
 
Tercatat, selama sembilan bulan pertama tahun ini, produksi nikel dalam matte INCO menurun 6,8 persen dari 54.227 metrik ton pada periode yang sama tahun sebelumnya menjadi 50.531 metrik ton untuk periode saat ini..
 
Perusahaan juga mencatat penurunan penjualan nikel matte 6,8 persen, dari 54.569 metrik ton menjadi 50.831 metrik ton. Harga rata-rata jual juga mengalami penurunan menjadi USD9.963 per ton.

 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif