Menteri ESDM Ignasius Jonan (MI/SUSANTO)
Menteri ESDM Ignasius Jonan (MI/SUSANTO)

KESDM: Tren Konsumsi Solar Subsidi Menurun

Ekonomi solar subsidi Subsidi Solar rapbn 2019
Suci Sedya Utami • 20 Juli 2018 07:24
Jakarta: Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat tren konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar yang disubsidi pemerintah menunjukkan penurunan. Sampai semester I-2018, realisasi volume subsidi solar mencapai 7,19 juta kiloliter (kl) dari yang ditetapkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2018 sebesar 15,62 juta kl.
 
Menteri ESDM Ignasius Jonan memperkirakan hingga akhir tahun konsumsi BBM jenis solar hanya mencapai 14,5 juta kiloliter. "Realisasi semester I sudah termasuk operasi Lebaran," kata Jonan, dalam rapat kerja bersama Komisi VII DPR, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis, 19 Juli 2018.
 
Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, Kepala BPH Migas Fanshurullah Asa menambahkan, dalam kurun waktu tiga sampai empat tahun terakhir realisasi konsumsi BBM jenis solar rata-rata berada pada volume 14,5 juta kl. Pada 2015, lanjutnya, dari kuota yang ditetapkan di APBN sebesar 17,5 juta kl realisasinya hanya 14,56 juta kl.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Artinya, masih kata Kepala BPH Migas, ada efisiensi sekitar 2,8 juta kl. Sedangkan di 2016 dengan kuota sebesar 15,5 juta kl realisasinya sebesar 13,7 juta atau terjadi penghematan alamiahsekitar 1,7 juta kl. Kemudian di 2017 dari kuota 15,5 juta kl relisasinya hanya 14,5 juta atau ada penghematan 988,2 ribu kl.
 
Dengan melihat data tren tersebut, pemerintah berencana menurunkan batas volume subsidi solar di RAPBN 2019 dari yang awalnya di kisaran 16,17-16,53 juta kl menjadi 14,5 juta kl. "Dalam tiga hingga empat tahun relatif d angka 14,5 juta kl. Dengan demikian kami berikan batas bawah tahun depan subsidi solarnya di 14,5 juta kl," pungkas Fanshurullah.
 

 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif