Pertamina mulai uji coba B30. Foto: dok Pertamina.
Pertamina mulai uji coba B30. Foto: dok Pertamina.

Pertamina Mulai Coba B30 di Terminal BBM

Ekonomi pertamina biofuel
Suci Sedya Utami • 22 November 2019 10:53
Jakarta: PT Pertamina (Persero) mulai mempersiapkan uji coba pelaksanaan biodiesel 30 persen (B30) di sejumlah Terminal Bahan Bakar Minyak (BBM). Hal ini sejalan dengan kebijakan pemerintah untuk menerapkan mandatori B30 pada Januari 2020.
 
VP Corporate Communication Pertamina Fajriyah Usman menjelaskan Terminal BBM itu akan menjadi pilot project pencampuran FAME (Fatty Acid Methyl Ester) atau bahan bakar nabati dalam hal ini minyak kelapa sawit dengan Solar. Nantinya pencampuran FAME dengan kadar 30 persen tersebut akan menghasilkan biodiesel.
 
"Uji coba ini akan dilakukan secara bertahap sebelum akhirnya diterapkan secara menyeluruh. Pada 21 November 2019 akan diterapkan di dua terminal BBM yaitu Boyolali dan Rewulu. Selanjutnya pada akhir November akan diberlakukan di TBBM Balikpapan dan Desember 2019 akan dilanjutkan di TBBM Medan Group, Jakarta Group, dan TBBM Panjang, RU III Plaju, dan RU VII Kasim. Sehingga pada Januari 2020, sebanyak delapan titik Pertamina sudah siap melakukan pencampuran B30," kata Fajriyah dalam keterangan resmi, Jumat, 22 November 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pelaksanaan uji coba yang berlangsung hingga 31 Desember 2019 ini dilaksanakan dengan mengacu pada ketentuan yang diatur dalam Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) nomor 227 tahun 2019. Dalam beberapa tahun terakhir, realisasi penyerapan FAME terus mengalami kenaikan. Pada 2017, penyerapan FAME mencapai 2,51 juta KL. Kemudian naik menjadi 3,2 juta KL pada 2018.
 
"Dan hingga Oktober 2019, total penyerapan FAME oleh Pertamina sudah mencapai 4,493 juta KL," tutur dia.
 
Fajriyah menambahkan Pertamina terus mendukung kebijakan pemerintah untuk menerapkan bahan bakar yang lebih ramah lingkungan. Selain menyediakan B30, Pertamina juga aktif mengembangkan energi baru dan terbarukan lainnya seperti geothermal (panas bumi), panel surya bahkan sudah menyediakan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Listrik di Kuningan, Jakarta.
 
"
Ini menunjukkan bahwa kami berperan aktif dalam pengembangan energi alternatif. Karena kami melihat ke depannya akan terjadi transisi energi yang cukup masif, dan kami percaya Pertamina siap menghadapinya," pungkas Fajriyah.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif