NEWSTICKER
Ilustrasi kilang minyak di blok rokan. Foto: dok MI/ Susanto
Ilustrasi kilang minyak di blok rokan. Foto: dok MI/ Susanto

Pertamina Bantah akan Jual Blok Rokan

Ekonomi pertamina Blok Rokan
Suci Sedya Utami • 29 Januari 2020 19:39
Jakarta: PT Pertamina (Persero) menegaskan tidak akan menjual saham Blok Rokan dengan langkah divestasi setelah pada 2021 mendatang resmi menjadi operator. Saat ini hak pengelolaan Blok Rokan masih di tangan PT Chevron Pacific Indonesia (CPI).
 
Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati saat menjawab pertanyaan anggota Komisi VII DPR Fraksi Partai Gerindra Moreno Soeprapto.
 
"Apa betul setelah dikelola Pertamina bukan jadi investasi tapi divestasi? akan dijual," tanya Moreno saat rapat dengar pendapat bersama Pertamina di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu, 29 Januari 2020.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Nicke menjelaskan sejak awal pemerintah memutuskan Pertamina menjadi pemenang untuk mengelola Blok Rokan. Salah satu persyaratan dalam aturan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan Pertamina harus mengandeng mitra melalui participating interest (PI).
 
"Jadi bukan divestasi tapi nanti kita akan menggandeng partner di situ. Jadi memang disyaratkan dari awal, bukannya kita masuk lalu (ingin) mencari partner," kata Nicke.
 
Bahkan pemerintah melalui Menteri ESDM yang kala itu dijabat oleh Ignasius Jonan mengatakan Pertamina memiliki kesempatan selama dua tahun lebih untuk mencari mitra dalam mengelola Rokan. Batas waktu yang diberikan pemerintah pada Agustus 2021.
 
"Wajib mencari mitra sebelum alih kelola 8 Agustus 2021," kata Jonan.
 
Sementara itu, anggota komisi VII lainnya dari Fraksi Partai Demokrat M Nasir mengatakan Pertamina lebih baik menggarap blok tersebut secara mandiri tanpa harus menggandeng mitra. Terutama mitra yang berasal dari luar negeri.
 
Sebab selama ini blok tersebut telah dijajah oleh kontraktor asing atau Chevron selama lima puluh tahun. Ia pun tidak setuju jika nantinya Chevron menjadi mitra Pertamina untuk pengelolaan selanjutnya.
 
"Kalau ibu ajak lagi orang lain kita dudukin Chevron ini. Enggak ada lagi yang ambil Chevron, selain Pertamina dan masyarakat Riau. Kita ini sudah dijajah selama ini, kita macam minyak dan air, enggak bisa digabung selama ada Chevron," ucap Nasir.
 
Sebelumnya, Chevron sempat mengutarakan belum ada niatan ikut bermitra dengan Pertamina dalam mengelola Blok Rokan setelah 2021.
 

(Des)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif