Pertamina. Foto : MI/SAFIR MAKKI.
Pertamina. Foto : MI/SAFIR MAKKI.

Kerja Sama Pertamina-Abu Dhabi Harus Saling Menguntungkan

Ekonomi pertamina
Annisa ayu artanti • 02 Desember 2019 20:44
Jakarta: Menteri Badan Usaha Milik negara (BUMN) Erick Thohir menginginkan negosiasi antara PT Pertamina (Persero) dan Abu Dhabi National Oil Company (ADNOC) dilakukan dengan prinsip saling menguntungkan (win-win).
 
Usai bertemu dengan kementerian United Emirat Arab, ia berharap negosiasi kedua perusahaan tersebut tidak hanya menginjeksi modal tetapi juga membuka kesempatan Pertamina untuk bisa berinvestasi di lahan minyak United Emirat Arab (UEA).
 
"Tentunya selama itu saling menguntungkan, kenapa tidak. Mereka ingin ada kerja sama dalam kilang minyak yang ada di Indonesia, kita juga kalau bisa ada kerja sama dengan lahan minyak di negara mereka yang sudah berporduksi," tutur Erick di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, 2 Desember 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia berharap, dengan prinsip seperti ini, BUMN Tanah Air akan melebarkan bisnisnya. Sehingga BUMN tidak hanya berbisnis di dalam negeri tetapi juga di luar negeri.
 
Erick juga tidak menjelaskan detil bentuk kerja sama yang akan dilakukan antara dua perusahaan tersebut sebab hingga kini proses negosiasi masih berjalan.
 
"Ya belum tahu, kan negosiasinya masih berjalan," ujar dia.
 
Pertamina dan The Abu Dhabi National Oil Company (ADNOC) sebelumnya telah menandatangani Comprehensive Strategic Framework (CSF) untuk menjajaki peluang kerja sama di seluruh mata rantai bisnis minyak dan gas baik di Uni Emirat Arab, Indonesia serta internasional.
 
Dengan perjanjian ini, Pertamina dan ADNOC akan menjajaki peluang kerjasama di sektor hulu hingga hilir. Proyek yang menjadi pertimbangan termasuk partisipasi di sektor hulu migas UAE, kilang, petrokimia, LNG, LPG, Avtur dan bisnis ritel migas di Indonesia.

 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif