Tambang emas Pongkor milik Antam - - Foto: Medcom.id/ Dian Ihsan
Tambang emas Pongkor milik Antam - - Foto: Medcom.id/ Dian Ihsan

Jonan Minta Industri Tambang Ciptakan Nilai Tambah

Ekonomi pertambangan kementerian esdm ignasius jonan
Suci Sedya Utami • 05 April 2019 20:44
Berau: Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan mengimbau agar semua kegiatan pertambangan dan pascatambang punya nilai lebih bagi masyarakat sekitar. Sebab nilai tambah bisa menciptakan aktivitas dan lapangan kerja baru.
 
Hal tersebut disampaikan Jonan saat meresmikan program Pengembangan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) milik PT Berau Coal Energy di Kelurahan Sei Bedungan, Kec. Tanjung Redeb, Kab. Berau, Kalimantan Timur. Jonan mengatakan nilai tambah tersebut harus bisa dimanfaatkan untuk kemakmuran rakyat.
 
"Saya menyarankan semua kegiatan pertambangan harus punya nilai tambah. Begitu pula reklamasi tambang wajib dijalankan dengan baik dan benar. Juga pemenuhan Domestic Market Obligation (DMO). Jika tidak dilaksanakan, perizinan kegiatan tambang tidak akan kami layani," kata Jonan, Jumat 5 April 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut Jonan kegiatan pascapertambangan memang didorong supaya mampu menciptakan multiplier effect terhadap pertumbuhan ekonomi di daerah setempat, meningkatkan kualitas pendidikan dan kesehatan serta meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat.
 
"Harapan Pemerintah apabila suatu hari kegiatan pertambangan itu selesai, masyarakat menerima manfaat berupa menciptakan kegiatan atau lapangan kerja baru yang dikerjakan oleh kegiatan pertambangan," tutur Jonan.
 
Adapun dua program PPM yang diresmikan adalah pendirian Politeknik Sinar Mas Berau Coal dan Pabrik Pengolahan Kakao. Program tersebut menjadi salah satu instrumen kebermanfaatan selama PT Berau Coal melaksanakan kegiatan operasi produksi.
 
"Pendirian sekolah itu merupakan komitmen (perusahaan tambang) yang bermanfaat untuk seumur hidup," jelas Jonan.
 
Sementara itu, kehadiran pabrik pengolahan buah kakao akan memberi kemudahan bagi para petani kakao. Ke depan, muncul pengembangan lanjutan pabrik pengolahan yang dapat memberi nilai tambah atas biji coklat menjadi beberapa produk derivatif, seperti susu, coklat, permen dan sebagainya, sehingga akan meningkatkan pendapatan petani kakao.
 
Pelaksanaan PPM merupakan amanat Undang-undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara, pemegang IUP dan IUPK wajib melaksanakan pengembangan dan pemberdayaan masyarakat setempat, yaitu usaha untuk meningkatkan kemampuan masyarakat, baik secara individual maupun kolektif.
 
Untuk diketahui, PT Berau Coal merupakan PKP2B Generasi 1 yang terbit pada tanggal 26 April 198 dengan luas wilayah 108.009 hektar. Perusahaan tambang tersebut sudah memenuhi ketentuan Beneficial Ownership dan mematuhi pemenuhan kewajiban lingkungan.
 
Total sumber daya batubara di PT Berau Coal sebesar 1,589.76 juta ton dengan cadangan batubara sebesar 311,39 juta ton. Pada tahun 2018, PT Berau Coal mencatatkan produksi sebesar 29,02 juta ton.
 
PT Berau Coal mampu menyumbang penerimaan negara sebesar Rp3,19 Triliun berupa penerimaan dari Royalti Rp1,182 Triliun, Iuran Tetap Rp6,2 Miliyar, dan Penjualan Hasil Tambang Rp2,004 Triliun.
 
Turut hadir pada acara tersebut Bupati Berau Muharram, Direktur Jenderal Mineral dan Batubara (Minerba) Bambang Gatot Ariyono dan Kepala BPSDM ESDM IGN Wiratmaja yang turut mendampingi Menteri ESDM.
 

(Des)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif