Wakil Presiden Republik Indonesia Jusuf Kalla (JK) meresmikan pengoperasian RFCC di Refinery Unit IV Cilacap milik Pertamina. (FOTO: MTVN/Eko Nordiansyah)
Wakil Presiden Republik Indonesia Jusuf Kalla (JK) meresmikan pengoperasian RFCC di Refinery Unit IV Cilacap milik Pertamina. (FOTO: MTVN/Eko Nordiansyah)

Kilang Cilacap Diresmikan

JK Optimistis Indonesia Kurangi Impor BBM

Ekonomi kilang cilacap
Eko Nordiansyah • 26 November 2015 17:44
medcom.id, Cilacap: Wakil Presiden Republik Indonesia Jusuf Kalla (JK) meresmikan pengoperasian Residual Fluid Catalytic Cracking (RFCC) di Refinery Unit IV Cilacap milik PT Pertamina (Persero) yang telah berhasil memanfaatkan residu menjadi produk kilang bernilai tinggi.
 
Menurut JK, pengoperasian RFCC Cilacap akan semakin mendorong terwujudnya kemandirian energi nasional. Selain itu, peningkatan produksi Bahan Bakar Minyak (BBM) oleh Pertamina akan mampu memenuhi permintaan dalam negeri yang terus meningkat.
 
"Pemerintah mendukung penuh upaya-upaya bagi terwujudnya kemandirian energi nasional, di antaranya melalui peningkatan produksi BBM di dalam negeri untuk memenuhi permintaan yang terus meningkat," ujar JK saat peresmian RFCC di Refinery Unit IV Jalan Letjen MT Haryono, Tegalrejo, Cilacap, Kamis (26/11/2015).
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Lebih lanjut, JK berharap dengan adanya inovasi dari Pertamina ini akan mengurangi impor BBM Indonesia. Bahkan dirinya optimistis jika ke depannya Indonesia mampu menghasilkan BBM secara mandiri sehingga bebas dari ketergantungan impor BBM.
 
"Secara bertahap Indonesia harus dapat mengurangi impor BBM, bahkan dengan terus bertambahnya kapasitas kilang sebagaimana telah dan akan dilaksanakan Pertamina ke depan, kami optimistis Indonesia dapat terbebas sama sekali dari impor BBM," pungkas dia.
 
RFCC akan mengolah feed stock berupa LSWR (Low Sulfur Waxy Residue) sebanyak 62.000 barel per hari, yang dihasilkan dari Crude Distillation Unit (CDU) II menjadi produk bernilai tinggi, yaitu HOMC, peningkatan produksi LPG dan produk baru Propylene.
 
Kemudian, dari produksi HOMC tersebut, sebagian besarnya akan diproses lebih lanjut untuk diproduksikan menjadi premium. Dengan begitu impor BBM untuk jenis Premium dapat ditekan.
 
Selain JK, peresmian RFCC di Refinery Unit IV Cilacap juga dihadiri oleh beberapa Menteri Kabinet Kerja, di antaranya Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno, serta Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti.
 

(AHL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif