Kilang Residual Fluid Catalytic Cracking (RFCC) Pertamina di Cilacap. (FOTO: MI/LILIEK DHARMAWAN)
Kilang Residual Fluid Catalytic Cracking (RFCC) Pertamina di Cilacap. (FOTO: MI/LILIEK DHARMAWAN)

Kilang Cilacap Diresmikan

Kilang Cilacap Bakal Produksi 91.000 Barel Premium/Hari

Ekonomi kilang cilacap
Eko Nordiansyah • 26 November 2015 17:53
medcom.id, Cilacap: PT Pertamina (Persero) resmi mengoperasikan Residual Fluid Catalytic Cracking (RFCC) di Refinery Unit IV Cilacap yang telah berhasil memanfaatkan residu menjadi produk kilang bernilai tinggi. Persemian RFCC dilakukan oleh Wakil Presiden RI Jusuf Kalla.
 
Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto menjelaskan Pertamina berkomitmen untuk terus melakukan upgrading dan pengembangan Kilang Cilacap dan kilang-kilang milik perusahaan lainnya. Dengan semakin efisiennya kilang, Pertamina semakin kompetitif dalam persaingan dalam penyediaan BBM di pasar yang semakin terbuka.
 
RFCC akan mengolah feed stock berupa LSWR (Low Sulfur Waxy Residue) sebanyak 62.000 barel per hari, yang dihasilkan dari Crude Distillation Unit (CDU) II menjadi produk bernilai tinggi, yaitu HOMC, peningkatan produksi LPG dan produk baru Propylene.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Proyek RFCC memiliki nilai investasi USD846,89 juta yang dilaksanakan oleh konsorsium Adhi-GS E&C. Di samping itu, RFCC memiliki 21 unit peralatan dan telah sukses beroperasi dan meneteskan produk perdananya pada 30 September 2015.
 
Pada saat beroperasi 100 persen, RFCC dapat memproduksi HOMC sekitar 37.000 barel per hari, 1.066 ton per hari LPG, dan 430 ton per hari propylene. Dari produksi HOMC tersebut, sebagian besarnya diproses lebih lanjut untuk diproduksikan menjadi premium sehingga impor dapat ditekan.
 
"Saat ini, produksi premium dari kilang Cilacap sebanyak 61.000 barel per hari dan dengan beroperasinya RFCC, produksi premium dari Kilang Cilacap akan menjadi 91.000 barel per hari," kata Dwi saat peresmian RFCC di Refinery Unit IV Jalan Letjen MT Haryono, Tegalrejo, Cilacap, Kamis (26/11/2015).
 
Selain itu, lanjut Dwi, banyak dampak berganda yang dapat dirasakan oleh masyarakat dari setiap proyek yang dilaksanakan Pertamina. Sebagai contoh, proyek RFCC Cilacap dapat memberikan lapangan pekerjaan untuk 8.700 orang selama proyek dan 400 orang saat beroperasi.
 
"RFCC Cilacap juga telah memberikan kontribusi pajak untuk pemerintah dan percepatan pertumbuhan ekonomi di wilayah sekitar proyek, bahkan manfaat dapat menjangkau tidak kurang dari 16.000 orang selama proyek berlangsung," tutup Dwi.
 

(AHL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif