Freeport. Dok : MI.
Freeport. Dok : MI.

Kementerian ESDM Evaluasi Proposal Perpanjangan Ekspor Freeport

Ekonomi freeport target ekspor
Suci Sedya Utami • 28 Februari 2019 16:19
Jakarta: Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tengah mengevaluasi dokumen permintaan perpanjang izin ekspor yang diajukan PT Freeport Indonesia (PTFl).
 
Direktur Jenderal Mineral dan Batubara (Minerba) Bambang Gatot Ariyono mengatakan rekomendasi izin perpanjangan ekspor akan diberikan apabila evaluasi menyeluruh telah dilakukan pihaknya.
 
"Rekomendasi izin belum diberikan sampai evaluasi selesai," kata Bambang ditemui di JCC, Senayan, Jakarta Selatan, Kamis, 28 Februari 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Bambang mengatakan evaluasi dilakukan secara menyeluruh. Segala persyaratan ekspor yang harus dipenuhi harus dilampirkan untuk mendapatkan izin tersebut.
 
"Intinya kalau lengkap pasti dikeluarkan. Ngapain ditahan-tahan," jelas dia.
 
Sebelumnya PT Freeport Indonesia (PTFI) menyatakan telah mengajukan perpanjangan izin ekspor konsentrat untuk satu tahun mendatang. Pasalnya izin ekspor Freeport telah habis pada 15 Februari 2019.
 
Juru Bicara Freeport Indonesia Riza Pratama mengatakan saat ini pihaknya tengah menunggu surat persetujuan ekspor (SPE) tersebut. Izin perpanjangan ekspor diberikan oleh Kementerian Perdagangan.
 
Namun sebelum itu, Freeport harus terlebih dulu mendapat rekomendasi perpanjangan ekspor dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
 
"Sudah diajukan sebelum berakhir, sebelum tanggal 15, tapi belum keluar," kata Riza ditemui di Hotel Fairmont, Jakarta Pusat, Rabu, 27 Februari 2019.
 
Kendati belum mendapat perpanjangan, Riza mengaku hal tersebut tidak mengganggu operasional perusahaan. Dia bilang produksi masih bisa ditampung di gudang penyimpanan untuk kemudian dikirimkan ke smelting di Gresik.
 
"So far masih belum terganggu. Gudang kita masih bisa melakukan pengiriman ke Gresik masih jalan," jelas dia.
 
Lebih jauh terkait dengan kuota ekspor yang diajukan untuk tahun ke depan, Riza masih tutup mulut. Tahun lalu, ekspor mineral Freeport sebesar 1,2 juta wet metric ton (WMT) dari total produksi sebesar 2,1 juta ton.
 
Sementara tahun ini, produksi konsentrat Freeport Indonesia akan mengalami penurunan sekitar 57 persen dibanding tahun lalu sejalan dengan adanya transisi dari tambang Grasberg ke tambang bawah tanah.

 

(SAW)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif