Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)
Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)

Pertamina Gandeng SIETCO Tekan Impor BBM

Annisa ayu artanti • 31 Agustus 2016 17:49
medcom.id, Jakarta: PT Pertamina (Persero) dan SIETCO (Shell International Eastern Trading Company) menyepakati kerja sama untuk mengelola minyak mentah Basrah milik Pertamina di kilang milik Shell dengan skema Crude Processing Deal (CPD). Kerja sama ini akan menekan impor Bahan Bakar Minyak (BBM).
 
Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto mengatakan, mengelola minyak mentah Basrah Crude melalui skema CPD dengan SIETO menjadi pilihan perseroan untuk meminimalisir impor BBM yang ada saat ini. Pasalnya, sampai saat ini perseroan selalu mendapat tekanan atas besarnya volume impor.
 
Dwi menjelaskan, pada 2015, porsi impor BBM per bulan mencapai sembilan juta barel. Kemudian dengan beroperasinya kilang TPPI, porsi impor berkurang menjadi 6-7 barel per bulan. Namun, Dwi mengungkapkan, porsi ini masih terlalu besar.

"Potensi CPD, memanfaatkan crude Pertamina yang di Irak (Basrah Crude). Target kita satu juta barel per bulan. Ini langkah mengurangi impor langsung," kata Dwi, dalam sebuah konferensi pers, di Kantor Pusat Pertamina, Jalan Medan Merdeka Timur, Jakarta, Rabu (31/8/2016).
 
Ia menambahkan, minyak mentah hasil produksi Pertamina di Irak yaitu Basrah Crude diolah langsung di kilang SIETCO. Kemudian, hasil pengolahan yaitu BBM akan langsung dibawa ke Indonesia. Produk yang dibawa ke dalam negeri ini yang diyakini bisa mengurangi ketergantungan akan impor.
 
"Skema CPD memungkinkan Pertamina memperoleh nilai tambah dari minyak sour hasil produksi di Irak, Basrah Crude, yang belum dapat diproses di kilang dalam negeri, dengan produk BBM yang dapat dibawa ke Indonesia dalam rangka mengurangi ketergantungan akan produk minyak impor," jelas Dwi.
 
Volume minyak mentah yang akan diolah dalam kilang Shell yang terletak di Singapura tersebut sebanyak satu juta barel per bulan. Setelah menjadi produk, Pertamina dapat memperoleh produk bahan bakar seperti Mogas, Aviation Fuel, Diesel, MFO, LPG, sesuai dengan kebutuhan Pertamina.
 
"CPD sejauh ini mampu menaikkan tingkat persaingan pada proses tender produk minyak di Pertamina. Oleh karena itu, kita melihat potensi untuk perbaikan dan peningkatan pelaksanaan CPD di masa depan," pungkas Dwi.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ABD)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan