medcom.id, Jakarta: Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Awang Faroek Ishak menyampaikan kekhawatirannya jika keterlibatan Total langsung dihentikan setelah kontraknya di Blok Mahakam habis pada 2017. Hal ini diyakininya akan berdampak pada penurunan produksi minyak dan gas (migas).
"Minta Total tetap dilibatkan, khawatir produksi migas kita turun, yang rugi bukan hanya Kaltim, seluruh Indonesia juga rugi," ujarnya, di Hotel Santika Premiere, Jalan Aipda KS Tubun, Jakarta Barat, Senin, (13/4/2015).
Menurutnya, secara teknologi Indonesia masih tergantung dari asing, apalagi soal modalnya, sehingga jangan ada larangan kalau ada kerjasama dengan investor karena banyak investor yang menghendaki hal tersebut.
"Kami tidak menuntut seperti CPP Riau yang 50:50. Sahamnya bisa 19 persen Kaltim, 51 persen Pertamina, Total maksimal 30 persen," terangnya.
Namun demikian, dia sangat menyutujui jika operator Blok Mahakam dikuasai untuk kepentingan bangsa dengan pengelolaan diserahkan kepada Pertamina. "Blok migas dikembalikan ke negara dan negara yang tentukan, tidak ada istilah pusat dan daerah, tidak boleh ada dikotomi, yang kami tuntut pembagian yang adil," pungkas dia.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
FOLLOW US
Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan