Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati. (FOTO: Medcom.id/Husen Miftahudin)
Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati. (FOTO: Medcom.id/Husen Miftahudin)

Pertamina Beri Tiga Bulan Perpanjangan ke Aramco

Ekonomi pertamina saudi aramco
Suryopratomo • 18 Juni 2019 16:08
Karuizawa: Perusahaan minyak Arab Saudi meminta perpanjangan untuk terlibat dalam pembangunan kilang di Cilacap. PT Pertamina (Persero) memberikan batas waktu hingga September 2019 dan akan melaksanakan sendiri apabila Aramco tidak kunjung memberikan kepastian.
 
Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati menyampaikan hal tersebut Senin, 17 Juni 2019, ketika ditanya tentang hasil pertemuan dengan pejabat Aramco di Karuizawa, Jepang.
 
Hadir dalam pertemuan dengan pihak Aramco Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan dan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Mariani Soemarno.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Pihak Aramco masih menyatakan minatnya untuk ikut dalam pengembangan kilang minyak di Cilacap. Hanya saja kami menyampaikan ada tenggat waktu yang harus dipenuhi Pertamina dan kami memberikan perpanjangan tiga bulan sampai September bagi Aramco untuk memastikan diri ikut atau tidak dalam proyek pembangunan kilang Cilacap," ujar Nicke.
 
Dia menambahkan pihak Aramco menyampaikan tiga syarat kepada Pertamina. Pertama, mereka meminta ada insentif khususnya di bidang perpajakan. Kedua, Pertamina diminta untuk menyediakan lahan untuk pembangunan kilang. Ketiga, dibuat aturan khusus ketika mereka harus melakukan spin-off kepemilikan saham.
 
Menurut Nicke, untuk dua permintaan pertama Pemerintah dan Pertamina sudah memenuhinya. Sedangkan untuk syarat ketiga Pertamina mengusulkan untuk ditentukan berdasarkan penilaian yang dilakukan lembaga yang memang profesional.
 
Atas dasar itu, menurut Dirut Pertamina, tidak ada lagi persoalan yang harus diselesaikan. Sekarang tinggal terpulang kepada Aramco untuk mau terlibat atau tidak dalam pembangunan kilang tersebut.
 
Sambil menunggu kepastian Aramco, Pertamina juga sudah mulai melakukan kajian untuk menggunakan cara yang lain bagi pembangunan Kilang Cilacap.
 
"Kami sebenarnya sudah memiliki pengalaman dengan pengembangan kilang di Balikpapan. Nilai investasinya juga tidak kecil untuk itu. Jadi kalau pun harus jalan sendiri, pola Balikpapan yang akan kami jalankan," kata Nicke.
 
Sekarang ini Kilang Cilacap menjadi salah satu proyek langit biru yang dijalankan Pertamina. Di Kilang Cilacap produksi pertamax yang dihasilkan sudah meningkat kualitasnya dari standar Euro2 menjadi Euro4.
 
"Pengembangan Kilang Cilacap kami lakukan untuk meningkatkan kapasitas produksi dan peningkatan kualitas menjadi standar Euro5. Kelak di sana akan juga dibangun pabrik petrokimia, sehingga kebutuhan investasinya akan meningkat menjadi antara USD15 miliar hingga USD20 miliar," jelas Nicke.
 

(AHL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif