Illustrasi. MI/RAMDANI.
Illustrasi. MI/RAMDANI.

Subsidi BBM dan Elpiji Berpotensi Melebar

Ekonomi bbm subsidi
Eko Nordiansyah • 25 Juni 2019 19:19
Jakarta: Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memperkirakan subsidi untuk bahan bakar minyak (BBM) dan elpiji untuk tahun ini akan melebar. Pasalnya realisasi penyaluran untuk subsidi sering kali lebih besar dibandingkan dengan anggaran dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
 
Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kemenkeu Suahasil Nazara mengatakan subsidi BBM maupun listrik berpotensi mengalami kenaikan dari anggaran dalam APBN 2019. Konsumsi BBM subsidi yang diperkirakan meningkat menjadi pemicu kenaikan anggaran untuk subsidi BBM jenis solar tersebut.
 
"2019 volume BBM subsidi kemungkinan melebihi 14,5 juta kiloliter (kl) seperti dianggarkan di APBN. Jadi ini ada risiko di situ," kata Suahasil dalam rapat dengan Badan Anggaran (Banggar) di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa, 25 Juni 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dia menambahkan sampai dengan April 2019 konsumsi BBM subsidi telah mencapai 5,1 juta kl. Jika sampai akhir tahun, diperkirakan konsumsi BBM subsidi akan melebar hingga 15,3 juta kl atau melebihi dari yang telah ditetapkan dalam APBN 2019.
 
"Nah sinergi pemerintah daerah (pemda) dan (pemerintah) pusat sangat penting karena di pemda adalah salah satu yang bisa kendalikan dan mengawasi konsumsi BBM," jelas dia.
 
Sementara subsidi elpiji juga diperkirakan naik karena kenaikan asumsi harga minyak mentah Indonesia (ICP) dan pergerakan nilai tukar. Tak hanya itu, harga elpiji tidak mengalami kenaikan sejak 2008 lalu sehingga pemerintah selalu menanggung beban selisih ketika terjadi kenaikan.
 
"Ini adalah tantangan dan kondisi terkini, pertama realisasi subsidi (elpiji) 3 kg dipengaruhi oleh ICP, kurs dan perubahan parameter. Berarti kalau asumsinya bergerak maka risikonya ada di keuangan negara," ungkapnya.
 
Pada tahun lalu pemerintah membayar subsidi BBM dan elpiji lebih dari dua kali lipat dari APBN 2018. Realisasi subsidi BBM dan elpiji mencapai Rp97 triliun atau naik 207 persen dari anggaran yang ditetapkan sebesar Rp46,9 triliun.

 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif