Ilustrasi. AFP/Noah Seelam
Ilustrasi. AFP/Noah Seelam

Gasifikasi Batu Bara Bukit Asam Masuki Tahap FEED

Ekonomi ptba
Suci Sedya Utami • 29 Oktober 2019 09:06
Jakarta: PT Bukit Asam Tbk (PTBA) menyatakan kedua proyek gasifikasi batu bara atau Dimethyl Ether (DME) yang akan dikerjasamakan dengan PT Pertamina (Persero) saat ini telah memasuki tahap Front End Engineering and Design (FEED) desain dan rekayasa awal.
 
Direktur Utama PTBA Arviyan Arifin mengatakan kedua proyek tersebut terletak di Tanjung Enim dan Peranap. Ia menjelaskan sebelumnya kedua perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) itu sepakat untuk membentuk perusahaan patungan atau joint venture.
 
"Kita sudah punya rencana besar untuk gasifikasi di Peranap dan Tanjung Enim. Sudah selesai bankable, feasibility study. Segera FEED, diharapkan selesai secepatnya dan baru pembangunan," kata Arviyan, di Jakarta, Senin, 28 Oktober 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Arviyan mengatakan proyek ini sejalan dengan permintaan Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai upaya untuk mengurangi laju impor Liquified Petroleum Gas (LPG) yang semakin membengkak. Dia berharap proyek seluruh progres bisa rampungkan di tahun depan sehingga bisa dimulai proses pembangunan.
 
Lebih lanjut, kedua proyek gasifikasi ini ditargetkan akan mulai melakukan Comercial Operation Date (COD) pada 2025. "Kita harapkan dua hingga empat tahun ke depan. Diharapkan 2022-2023 gasifikasi harapan kita semua bisa kita luncurkan," ujar Arviyan
 
Proyek gasifikasi pertama yang diluncurkan oleh Bukit Asam adalah pabrik coal to urea-DME-polypropelen di mulut tambang Tanjung Enim, Sumatra Selatan yang nilai pembangunannya mencapai USD3,1 miliar. Pabrik ini diperkirakan mengonsumsi 8,1 juta ton batu bara per tahun.
 
Melalui teknologi gasifikasi ini, batu bara akan diubang menjadi syngas sebagai feedstock untuk pruksi urea dengan kapasitas 570 ribu per tahun dan polypropelene dengan kapasitas 450 ribu ton per tahun. Perusahaan pelat merah ini bekerja sama dengan Pertamina, PT Pupuk Indonesia (Persero) dan PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) untuk membangunnya.
 
Proyek selanjutnya merupakan proyek gasifikasi coal to syngas, yakni mengonversi batu bara kalori rendah menjadi DME. DME ini akan digunakan sebagai substitusi LPG. Daya serap batu bara untuk proyek ini diperkirakan mencapai 8,7 juta ton per tahun.
 
Adapun untuk proyek gasifikasi ini Bukit Asam sudah menandatangani nota kesepahaman dengan Pertamina dan Air Product untuk mendirikan joint venture company. Total investasi pembangunan proyek ini diperkirakan mencapai USD2,7 miliar.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif