"Kami sepakat bahwa kami melihat angka ini masih bisa diefisiensikan dan dikurangi. Pengurangannya akan digunakan untuk danai infrastruktur dan kami upayakan agar angka subsidi listrik tepat sasaran," ujar dia di
Ruang Sidang Badan Anggaran (Banggar), Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (30/6/2015).
Dirinya menambahkan pemerintah akan meningkatkan rasio elektrifikasi melalui program listrik pedesaan, menaikan efisiensi tenaga listrik dan mengoptimalisasi penggunaan gas dan batu bara.
"Target rasio elektrifikasi 2014 masih 84,35 persen realisasinya. Di 2015 target jadi 85,18 persen. Target elektrifikasi ini jadi salah satu pokok kebijakan fiskal utama di sektor kelistrikan," lanjut dia.
Pemerintah juga akan mengarahkan subsidi listrik langsung untuk pelanggan rumah tangga miskin dan rentan untuk daya 450 Volt Ampere (VA) dan 900 VA secara lebih terseleksi dengan program pemerintah lainnya
seperti kartu keluarga sejahtera.
"Idealnya ini dikaitkan dengan program pemerintah yang teridentifikasi dengan kartu keluarga sejahtera. Kami sadar perlu ada perbaikan data secara reguler terutama untuk seleksi 46 juta (pelanggan bersubsidi)," terangnya.
Selain itu, kebijakan subsidi listrik juga akan ditunjukkan untuk mengembangkan energi baru dan terbarukan khususnya di pulau terluar serta menaikan pengawasan pada investasi pembangunaninfrastruktur ketenagalistrikan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News