NEWSTICKER
Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati. FOTO: Setkab
Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati. FOTO: Setkab

Pertamina Harap Besaran Pajak Produk Lokal Dikaji Kembali

Ekonomi pertamina
Antara • 21 Januari 2020 15:05
Jakarta: PT Pertamina (Persero) mengharapkan pemerintah mengkaji kembali besaran pajak atas produk dalam negeri agar dapat bersaing dengan barang impor. Hal itu penting agar produk-produk dalam negeri memiliki nilai tambah dan nantinya bisa menekan barang impor di masa-masa yang akan datang.
 
"Produk yang diproduksi dalam negeri lebih mahal dari impor, ada banyak hal terkait regulasi mengenai perpajakan," ujar Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati, seperti dikutip dari Antara, di Gresik, Jawa Timur, Selasa, 21 Januari 2020.
 
Menurut dia, produk lokal yang dihasilkan terkena pajak yang cenderung berulang sehingga menjadi kurang kompetitif dibandingkan impor. "Pembebanan pajak produk lokal jauh lebih tinggi dibanding impor. Kita kena PPN (Pajak Pertambahan Nilai) lalu PPh (Pajak Penghasilan), distribusi serta bahan bakunya, sementara produk impor hanya kena satu kali," katanya.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain itu, lanjut dia, biaya pendanaan melalui perbankan dengan bunga tinggi turut mempengaruhi produk lokal menjadi tidak dapat bersaing dengan barang impor. "Belum lagi terkena bunga yang pinjamannya sangat tinggi," ucapnya.
 
Nicke Widyawati mengatakan pihaknya telah menyampaikan usulan ke pemerintah mengenai regulasi yang bertentangan dengan semangat nasional untuk mendorong produk lokal bisa bersaing.
 
Dalam kesempatan sama, Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika Kementerian Perindustrian, Harjanto mengatakan pihaknya bakal mempelajari kembali aturan-aturan yang menghambat produk lokal tidak bisa bersaing dengan impor.
 
"Ada laporan, ketika membeli bahan baku produksi terkena pajak, setelah barang jadi juga kena pajak, nanti kita lihat bagaimana kita harmonisasi sehingga tidak menjadi beban industri," katanya.
 
Ke depan, lanjut dia, pihaknya akan mengawal sejumlah regulasi yang dinilai menghambat produk lokal menjadi kalah bersaing dengan produk impor. "Regulasi menjadi catatan bagi pemerintah. Semua aturan yang memberatkan seperti double tax akan kita cek," ucapnya.
 
Ia menambahkan beberapa pelaku industri, seperti Krakatau Steel di bidang baja juga sudah meminta agar melindungi produk baja lokal dari serangan baja impor yang membanjiri pasar dalam negeri. "Apapun, yang penting pakai produk dalam negeri," pungkasnya.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif