Ilustrasi-- Petugas rekanan PLN memperbaiki jaringan kabel listrik dikawasan Cipulir,Jakarta Selatan. (Foto: MI/Rommy Pujianto)
Ilustrasi-- Petugas rekanan PLN memperbaiki jaringan kabel listrik dikawasan Cipulir,Jakarta Selatan. (Foto: MI/Rommy Pujianto)

ABB Tawarkan Teknologi Power Quality Cegah Blackout

Ekonomi pemadaman listrik
Husen Miftahudin • 12 September 2019 02:00
Jakarta: Perusahaan teknologi asal Swiss, ABB menawarkan teknologi power quality untuk mencegah terulang kembalinya insiden pemadaman listrik massal atau blackout yang terjadi di separuh Pulau Jawa. Teknologi yang ditawarkan diklaim mampu meningkatkan efisiensi dan kualitas daya.
 
Direktur ABB Indonesia, Dodon Ramli mengakui blackout yang terjadi pada Minggu dan Senin, 4-5 Agustus lalu diakibatkan oleh kualitas daya yang buruk. Ketidakseimbangan beban membuat penghentian total operasional kelistrikan. Ujung-ujungnya biaya operasi justru membludak.
 
Dodon menjelaskan teknologi ABB menawarkan solusi kelistrikan lebih baik dengan memanfaatkan kemampuan jaringan listrik. Secara langsung teknologi tersebut mampu mengurangi kerugian beban daya listrik sebesar 10-15 persen.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Microgrids dan sistem penyimpanan energi baterai juga dapat mengambil manfaat dari peningkatan kualitas daya karena sistem menjadi lebih tangguh dan efisien. Sistem juga menjaga keandalan keseluruhan sehingga kemampuannya meningkat," urai Dodon dalam keterangannya, Jakarta, Rabu, 11 September 2019.
 
Selain itu, lanjutnya, ABB juga menawarkan solusi untuk meningkatkan kapasitas dan daya listrik pabrik saat pemadaman berlangsung. Pasalnha, pemadaman bisa menyebabkan ketidakseimbangan pada tegangan dan daya listrik.
 
"Kami memiliki solusi untuk koreksi faktor daya sesaat untuk beban kerja cepat seperti tukang las, derek, dan lift. Solusi kami bisa menghilangkan harmonik, flicker tegangan, ketidakseimbangan tegangan, hingga solusi penyimpanan energi," urainya.
 
Teknologi ABB dalam jaringan kelistrikan bertumpu pada digital dan menggunakan internet. Transformasi ke gardu digital dilakukan untuk meningkatkan kemampuan ketenagalistrikan sehingga daya listrik bisa secara digital teranalisis.
 
"Dalam hal kualitas industri dan daya, solusi teknologi mampu memenuhi setiap masalah spesifik yang dihadapi oleh industri terhadap pasokan daya," ucap Dodon.
 
Presiden Direktur ABB Indonesia, Michel Burtin menyampaikan komitmennya untuk mendukung upaya pengembangan infrastruktur ketenagalistrikan di Indonesia. Apalagi pemerintah Indonesia saat ini sedang fokus dalam program kelistrikan dan manufaktur, khususnya industri 4.0.
 
"ABB mendukung upaya pemerintah Indonesia dalam memperkuat infrastruktur, misalnya transmisi daya dalam meningkatkan keandalan jaringan dan membantu memenuhi permintaan listrik yang terus meningkat. Serta memberi manfaat untuk jutaan konsumen," ujar Burtin mengakhiri.
 

(ADN)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif