Wamen ESDM Archandra Tahar. MI/ROMMY PUJIANTO.
Wamen ESDM Archandra Tahar. MI/ROMMY PUJIANTO.

Pertemuan Arab Saudi, Wamen ESDM Minta Harga Minyak dan LPG Impor Murah

Ekonomi impor lng
Annisa ayu artanti • 01 November 2017 21:08
medcom.id, Jakarta: Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar mengatakan dalam kunjungan ke Arab Saudi pekan lalu dia membahas tentang negosiasi harga untuk impor minyak mentah dari Saudi Aramco.
 
Arcandra mengatakan, dalam pertemuan itu dia meminta harga Arab Light Crude (ALC) lebih murah dari perjanjian yang ada saat ini. Volume minyak ALC yang diminta sebanyak tiga juta barel per bulan.
 
"Saya ke sana juga dalam rangka, kalau bisa kita mendapatkan Arab light crude yang bisa lebih murah. Crude itu kalau tidak salah kita minta tiga juta barel per bulan," kata Arcandra di Kantor Kementerian ESDM, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Rabu 1 November 2017.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Arcandra mengungkapkan, jika harganya kompetitif volume impor minyak dari Arab tersebut akan lebih besar. Minyak mentah itu akan mensuplai kebutuhan kilang-kilang kedepannya.
 
"Kalau harga kompetitif, untuk kilang-kilang kedepannya nanti volumenya bisa diperbesar," ungkap dia.
 
Senada dengan impor minyak mentah ALC, Arcandra juga menuturkan pemerintah Indonesia juga meminta supaya suplai LPG melalui mekanismenya direct access atau tidak menggunakan pihak ketiga seperti yang selama ini dilakukan. Dengan mekanisme itu, diyakini akan membuat lebih murah pembelian LPG dari sana.
 
"Kedua, direct access untuk LPG. Saya juga minta kesana. Jadi misi saya ke Saudi Aramco untuk minta harga crude lebih murah. Kedua, LPG kalau kita bisa langsung tidak lewat pihak ketiga," jelas dia.
 
Pemerintah Arab Saudi diharapkan dapat membantu pembelian langsung LPG dari Saudi Aramco untuk Pertamina dimana kebutuhan LPG secara total sebesar 6 juta ton per tahun (porsi LPG dari Saudi Aramco sebesar 13 persen). Saat ini, Arcandra menambahkan, pihak Saudi Aramco sedang mempoertimbangkan perimintaan pemerintah Indonesia.
 

 

(SAW)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif